BLT BBM di Jateng

Polresta Solo Merespon Teknis Penyaluran BLT BBM, Alhamdulillah Kondusif

Meski sempat muncul kabar BLT yang disalurkan tidak tepat sasaran masyarakat, namun dalam penyalurannya masih berlangsung kondusif.

POLRESTA SURAKARTA
Personel kepolisian dari Polsek Jebres melakukan pengamanan pembagian BLT BBM di Balai Pertemuan Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Polresta Surakarta menerjunkan empat personel di masing-masing titik penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM.

Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi dan mengatur warga bila terjadi antrean panjang.

"Tiap titik penyaluran BLT BBM kami tempatkan empat personel untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan."

"Baik itu di tingkat kelurahan maupun di Kantor Pos," terang Wakapolresta Surakarta, AKBP Gatot Yulianto kepada Tribunjateng.com, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Polsek Laweyan Solo Bagikan Sembako dari Kapolda Jateng untuk Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Penyaluran BLT BBM di Solo, Beberapa Warga di Jagalan dan Mojosongo Keluhkan Tak Tepat Sasaran

AKBP Gatot menjelaskan, sejauh ini penyaluran BLT BBM di Kota Surakarta berlangsung kondusif.

Tidak ada gejolak di lokasi pembagian karena dampak dari antrean panjang masyarakat.

"Sejauh ini kondusif, tidak ada hal yang tak diinginkan."

"Sesuai dengan yang diharapkan," tuturnya.

Seperti diketahui, Pemkot Surakarta mulai menyalurkan BLT dampak kenaikan BBM subsidi sejak Jumat (9/9/2022). 

Meski sempat muncul kabar BLT yang disalurkan tidak tepat sasaran masyarakat, namun dalam penyalurannya masih berlangsung kondusif.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Motor Astrea Terbakar Usai Dihantam Scoopy di Bondowoso

Baca juga: Mahasiswa Solo Raya Demo Minta Pemerintah Turunkan Harga BBM di Depan DPRD, Beri Waktu 2 Hari

Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka tidak menampik adanya keluhan langsung yang dia terima dari warga terkait penyaluran BLT BBM.

Selain di Jagalan, warga di wilayah Kelurahan Mojosongo juga mengeluhkan hal serupa.

"Ada beberapa di Mojosongo dan beberapa tempat lain," ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Senin (12/9/2022). 

Gibran mengungkapkan, Kemensos kemungkinan masih menggunakan data lama warga yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara kondisi penerima PKH saat ini sudah tidak layak mendapatkan bantuan tersebut. 

"Mungkin kebanyakan ikut PKH tapi sudah upgrade sudah tidak rentan lagi."

"Biasanya yang seperti itu itu kan seharusnya dilepaskan dari (bantuan) PKH," tuturnya.

Menjawab keluhan tersebut, Pemkot Surakarta berencana memberikan bantuan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) bagi warga kurang mampu yang luput dari proses pendataan Kemensos

"Nanti warga yang tidak atau belum mendapat BLT BBM akan ditutupi pakai yang 2 persen itu, tenang saja," tandasnya.

Sebagai informasi, BLT BBM dijadwalkan akan disalurkan selama 10 hari untuk 63 ribu warga Surakarta. (*)

Baca juga: Curhatan Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal: Makin Sepi Pembeli, Imbas Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Misteri Hilangnya Pegawai Bapenda dan Dugaan Korupsi Aset Pemkot Semarang, BPKAD: Belum Jelas

Baca juga: Duh Gusti Dua Sejoli Pencuri Motor di Semarang Akhirnya Tertangkap, Inilah Sosoknya

Baca juga: KISAH NYATA : Mantan TKW yang Disiksa Majikan, Kini Jadi Kaya Raya Dinikahi Bule, Mertua Kelas Atas

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved