Berita Pekalongan

Inilah Tarif Angkutan di Pekalongan, Pasca Kenaikan Harga BBM

Forum LLAJ Kabupaten Pekalongan, melakukan pembahasan tarif angkutan di aula Dishub.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Dishub Kabupaten Pekalongan
Forum Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/9/2022) siang melakukan pembahasan tarif angkutan di aula Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, pasca kenaikan harga BBM. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Forum Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Pekalongan, melakukan pembahasan tarif angkutan di aula Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pasca kenaikan harga BBM, Selasa (13/9/2022).

Dari hasil rapat koordinasi tersebut, disepekati kenaikan tarif angkutan naik 30 sampai 40 persen dari sebelumnya karena dampak naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Bidang Lalulintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Suherdy mengatakan, bahwa dari hasil pembahasan ada dua hal yang disepakati dalam pertemuan tadi dengan organda.

Pertama, adalah kesepakatan untuk angkutan pedesaan dan kedua untuk yang AKDP. Kenaikan itu merupakan penyikapan terkait kebijakan harga BBM dan dibarengi naiknya harga barang seperti suku cadang.

Forum Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/9/2022) siang melakukan pembahasan tarif angkutan di aula Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, pasca kenaikan harga BBM.
Forum Lalulintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/9/2022) siang melakukan pembahasan tarif angkutan di aula Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, pasca kenaikan harga BBM. (Dok. Dishub Kabupaten Pekalongan)

"Ada beberapa hal yang disepakati dari hasil rapat tadi yang dituangkan dalam berita acara. Pertama terkait dengan angkutan pedesaan disepakati bersama Organda dan paguyuban, tarif naik sebesar Rp 2 ribu dari harga sebelumnya," kata Kepala Bidang Lalulintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Suherdy saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (13/9/2022).

Pihaknya menjelaskan, kenaikan tarif ini sifatnya masih sementara, sambil menunggu diajukan menjadi peraturan bupati yang saat ini diajukan oleh Dinas Perhubungan.

Adapun, untuk tarif yang AKDP juga sama, namun ini menunggu dari ketetapan Gubernur Jawa Tengah. 

"Naiknya tarif sekitar Rp 2 ribu. Dan prosentasenya bervariasi antara 30 sampai 40 persen. Misalkan besarannya Rp 5 ribu, naik menjadi Rp 2 ribu, kan berarti prosentase naiknya sekian persen."

"Lalu, untuk tarifnya diberlakukan hari ini juga, semoga secepatnya jadi Perbup, dan sekarang sudah masuk di Bagian Hukum Setda Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Kesepakatan yang tertuang dalam forum LLAJ adalah tarif angkutan dari Kajen - Kedungwumi sebelumnya Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu, Kajen - Kota Pekalongan semula Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved