Berita Pekalongan

Ratusan Siswa PAUD Kota Pekalongan Ikuti Lomba Nyolet

Ratusan pelajar PAUD se-kota Pekalongan mengikuti lomba nyolet yang digelar pemkot.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat memantau jalannya lomba nyolet di halaman Museum batik Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan pelajar pendidikan anak usia dini (PAUD) se-kota Pekalongan mengikuti lomba nyolet yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, di halaman Museum batik.

Lomba nyolet ini, menjadi bagian dari rangkaian untuk memeriahkan peringatan Hari Batik Nasional tahun 2022.

Kepala Dinparbudpora, Sutarno menjelaskan nyolet adalah salah satu langkah dalam pembuatan batik, dengan menyasar anak PAUD, budaya batik dapat dikenal oleh anak usia dini. Sehingga, generasi pembatik di kota Pekalongan akan terus ada.

"Kota Pekalongan ditetapkan Unesco sebagai Kota Batik, oleh karena itu jangan sampai generasi pembatik terputus," kata Kepala Dinparbudpora, Sutarno saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (13/8/2022).

Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat memantau jalannya lomba nyolet di halaman Museum batik Pekalongan.
Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya saat memantau jalannya lomba nyolet di halaman Museum batik Pekalongan. (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Batik, Ahmad Asror mengatakan lomba nyolet tingkat TK/RA rutin digelar sejak tahun 2015 hingga sekarang dan antusias masyarakat Kota Pekalongan pada tiap tahunnya selalu meningkat.

"Ada 139 peserta lomba berasal dari 69 lembaga pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan. Ada 2 indikator penilaian nyolet yaitu kreativitas dan kerapihan," katanya.

Kemudian, peserta dipersilahkan mengkolaborasikan 4 warna yang telah disediakan panitia untuk ditorehkan di atas kain. Karena resiko melebarnya warna lebih besar saat menyolet, sehingga kerapihan hasil peserta dijadikan penilaian.

"Lomba TK/RA kita selenggarakan tidak untuk seluruh proses batik hanya sebatas pewarnaan yang dikenal dengan istilah nyolet, jadi menggunakan kuas bambu langsung ke kain batik, cuman kain sudah di batik, kita pakai dengan plangkan, bingkainya untuk memudahkan proses pewarnaan," katanya.

Hadir membuka acara dan memantau jalannya lomba, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, berharap bibit pengrajin batik bisa ditumbuhkan melalui kegiatan ini, terutama pengrajin pembatik tulis di kota Pekalongan sudah banyak lanjut usia.

"Jika generasi muda tidak dikenalkan budaya leluhur, dikhawatirkan akan hilang begitu saja."

"Lomba ini mengenalkan batik kepada generasi muda, selain itu juga melestarikan batik yang mana sebagai warisan budaya, cara melestarikan tidak hanya memakai batik saja tetapi tahu prosesnya sehingga muncul regenerasi pembatik," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved