Berita Kudus

Sumiati Senang Dapat BLT, Sekaligus Susah Karena BBM Naik

Bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Sosial yang dicairkan melalui PT Pos Indonesia di Kudus mulai dicairkan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Pencairan BLT BBM di Aula Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Sosial yang dicairkan melalui PT Pos Indonesia di Kudus mulai dicairkan.

Satu di antaranya pencairan dilakukan di Aula Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Selasa 13 September 2022.

Dalam pencairan tersebut tidak hanya warga Pedawang saja. Tapi ada juga warga desa lainnya yakni Desa Bacin dan Desa Dersalam yang pencairan dilakukan di Aula Desa Pedawang.

Dari tiga desa tersebut ada 711 keluarga penerima manfaat yang mendapatkan BLT perihal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Masing-masing menerima Rp 500 ribu.

Baca juga: Viral Emak-emak Rusak Motornya dengan Batu Karena Tak Terima Ditarik Leasing

Baca juga: Mahfud MD Tanggapi Perihal Data Pribadinya yang Dibocorkan Bjorka Hacker

Di antara penerima yakni Sumiati warga RT 6 RW 1 Desa Pedawang. Tentu dia senang mendapat Rp 500 ribu. Uang itu akan dia gunakan untuk belanja kebutuhan dapur.

Tetapi di saat yang sama harga BBM naik, perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit itu pun mengaku susah karena harga kebutuhan kontan mengalami kenaikan.

"Jadi ada senang (dapat BLT) dan susahnya (karena BBM naik)," kata Sumiati.

Warga penerima BLT lainnya, Sukati, juga sama.

Uang BLT yang diterima akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, yakni untuk makan.

Kepala Desa Pedawang, Sofian Alfianto, mengatakan pencairan BLT BBM ini dilakukan oleh PT Pos secara berkala.

Yakni pencairan dimulai pada pukul 08.00 sampai pukul 10.00 untuk 216 penerima dari warga Desa Pedawang.

Dua jam setelahnya pukul 10.00 sampai 12.00 pencairan BLT untuk warga Dersalam, dan terkahir jam 12.00 sampai 14.00 pencairan untuk warga penerima dari Desa Bacin.

Pencairan berlangsung tertib. Masing-masing warga yang datang antre, kemudian dipanggil satu per satu untuk pencairan sembari menunjukkan identitas diri.

"Total penerima dari tiga desa ada 711 warga. Mereka adalah penerima PKH (Program Keluarga Harapan) yang masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Sofian. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved