Berita Banyumas

Urai Kemacetan, Dinhub Banyumas Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Sejumlah Titik Jalan

Uji coba ekayasa lalu lintas di Jalan Gatot Subroto mulai diberlakukan untuk mengurai kemacetan

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas dan Satlantas Polresta Banyumas mulai melakukan uji coba rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi Jalan Gatot Subroto, Purwokerto dari simpang Neutron sampai simpang OJK mulai diberlakukan.

Kebijakan rekayasa lalu lintas ini berlaku sejak Senin (12/9/2022) kemarin. 

Selain kanalisasi kebijakan lalu lintas sistem satu arah berlaku dari Jalan Pungkuran ke barat.

Sistem satu arah khusus roda empat gang III ke barat berlaku pukul 06.00 hingga 18.00.

Sistem satu arah khusus roda empat jalan Gereja ke utara yang berlaku pukul 06.00 hingga 18.00. 

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Arif Akhmadi mengatakan manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan lalu lintas. 

"Rekayasa lalu lintas ini merupakan upaya mengurai kepadatan di jalan Ragasemangsang, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gereja. 

Ujicoba rekayasa lalu lintas untuk tujuan perjalanan sekolah yayasan Santo Dominikus, SD Al Irsyad, dan OJK wajib melalui jalan Kabupaten dan Jalan Ragasemansang. 

Kemudian tujuan perjalanan SMP Bruderan dan Jalan Gereja, dari jalan Ragasemansang, dan jalan Jenderal Soedirman wajib melalui jalan Masjid," ungkapnya, kepada Tribunjateng.com.

Kebijakan itu adalah berdasarkan hasil evaluasi Satlantas pada lokasi dimaksud, dipandang perlu melakukan beberapa rekayasa lalu lintas.

Utamanya adalah untuk mengurangi hambatan dan tundaan lalu lintas.

Menanggapi soal rekayasa lalu lintas baru pengendara sepeda motor asal Purwokerto, Junianto (27) mengatakan, tidak masalah dengan kebijakan tersebut. 

"Memang lebih baik seperti ini, karena untuk kelancaran lalu lintas, dan lebih baik jadi tidak masalah," katanya.

Hal berbeda disampaikan oleh Radit (30) mengungkapkan dengan banyaknya verboden membuat pengguna jalan tambah bingung. 

"Inikan tambah banyak verboden (larangan-red), jadi tambah bingung," katanya. 

Apalagi dengan diberlakukannya Jalan Pungkuran satu arah ke barat, menurutnya, belum diperhitungkan baik oleh pemerintah daerah. (jti)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved