Berita Pekalongan

Akomodir Permasalahan Masyarakat, Wali Kota Aaf : Faskel Harus Turun ke Lapangan

DPMPPA Kota Pekalongan terus memperkuat peran fasilitator kelurahan (Faskel) dalam mendukung pembangunan daerah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
Istimewa/Diskominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memberikan sambutan pada pelatihan peningkatan kapasitas bagi petugas faskel se-Kota Pekalongan dan senior fasilitator Kecamatan yang berlangsung di ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan terus memperkuat peran fasilitator kelurahan (Faskel) dalam mendukung pembangunan daerah.

Satu di antaranya memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi petugas faskel se-Kota Pekalongan dan senior fasilitator Kecamatan yang berlangsung di ruang Jetayu, Setda Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyambut baik adanya pelatihan peningkatan kapasitas faskel yang diinisiasi oleh DPMPPA setempat dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kinerja para Faskel di Kota Pekalongan.

Pihaknya berharap, para faskel ini bisa lebih banyak turun ke lapangan untuk menemukan permasalahan yang ada di masyarakat.

"Pelatihan ini perlu dilakukan secara rutin, dan kami ingin para faskel ini bisa lebih banyak turun ke lapangan untuk menemukan maupun mengakomodir permasalahan di masyarakat dibawah kelurahan binaan masing-masing agar bisa segera ditindaklanjuti kelurahan maupun dinas terkait," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya, peran faskel sangat diperlukan dalam menunjang kinerja kelurahan, kecamatan dan pemerintah Kota Pekalongan dalam mendukung pembangunan Kota Pekalongan.

Aaf panggilan akrabnya menekankan, melalui pelatihan ini, disamping untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja para faskel, mereka juga diharapkan mampu memahami aturan-aturan atau undang-undang yang ada.

"Di LPM/BKM ada perubahan aturan atau undang-undang, sama halnya pada faskel, mereka juga harus tau. Mudah-mudahan semua permasalahan di masyarakat bisa terakomodir supaya bisa merencanakan program-program ke depan seperti apa."

"Pemkot akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan program ke masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 31 orang peserta terdiri dari 27 faskel dan 4 senior fasilitator kecamatan yang ada di Kota Pekalongan.

"Faskel diberikan pelatihan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan bagi mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya baik dalam hal mediasi maupun fasilitasi," katanya.

Pihaknya berharap, para faskel ini bisa menggali kemampuan-kemampuannya dalam memberdayakan masyarakat di masing-masing kelurahannya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved