Berita Semarang

Irjen Kementan Jan S Marinka: Jangan Ragu Laksanakan Kebijakan Penaganan PMK

Kementan Semarang melakukan apel siaga PMK dan Pangan di Pelabuhan Tanjungemas Kota.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Pertanian dan Karantina Pertanian (Kementan) Semarang melakukan apel siaga PMK dan Pangan di Pelabuhan Tanjungemas Kota, Senin (13/9/2022)

Hal itu bertujuan sebagai komitmen bersama agar pelaku dilapangan dan daerah sepeti dinas peternakan tidak ragu dalam melaksanakan kebijakan terkait penanganan PMK dan dari karantina pertianian tidak perlu ragu untuk menjalankan aturan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) di lapangan.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian  Jan S Marinka mengatakan wabah PMK merupakan bencana non alam, sehingga penanganannya memerlukan koordinasi lintas Kementerian atau lembaga pemerintah serta organisasi profesi di bidang peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

"Penanganan wabah PMK adalah sebuah perjalanan yang panjang yang tidak sebulan dua bulan namun bisa tahunan. Karenanya untuk menjaga semangat dan komitmen satgas ini harus selalu dilakukan komunikasi serta koordinasi terus menerus," jelasnya di Depo Ampenan Pelabuhan Tanjungmas Semarang

Dirinya menjelaskan, Terkait kebijakan terbaru mengenai pangan, karantina pertanian tidak perlu ragu untuk menjalankan aturan RIPH di lapangan.

"Pokonya kita pertanian satu komitmen bersama dan satu kebulatan tekad demi ketahanan pangan negara, Karantina harus jadi bagian terdepan bagi Kementan, silakan laksanakan kewajiban jangan ragu ragu karena ini adalah suatu bentuk penegakan hukum," tutupnya

Sementara itu Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasisa Putra, mewakili Kepala Badan Karantina Pertanian mengatakan, Dalam meningkatkan dan mempererat koordinasi serta komunikasi antara satgas PMK, dan Karantina Pertanian sering melakukan apel siaga serta rapat koordinasi.

"Seluruh pejabat karantina memberikan pelayanan secara maksimal agar seluruh media pembawa hama penyakit hewan khususnya Hewan Rentan PMK (HRP) dan produknya yang akan dilalulintaskan antar area dipastikan memenuhi persyaratan, baik administrasi maupun teknis salah satunya bebas PMK," jelasnya

Lanjutnya, salah satu kunci pencegahan penyebaran PMK adalah melalui pembatasan lalu lintas terhadap HRP dan produknya.

"Karantina pertanian juga melaksanakan mitigasi risiko terhadap penyebaran PMK seperti melaksanakan desinfeksi terhadap alat angkut, alas kaki penumpang serta memberikan edukasi pada masyarakat," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved