Berita Pekalongan

Kepala Bakesbangpol Provinsi Jateng: Pencegahan Terorisme Itu Penting

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat kordinasi.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Haerudin saat menyampaikan sambutan, di rapat kordinasi sinergitas isu strategis kewaspadaan daerah dengan tema membangun komitmen cegah terorisme Jateng gayeng, di Hotel Horison Pekalongan, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat kordinasi sinergitas isu strategis kewaspadaan daerah dengan tema membangun komitmen cegah terorisme Jateng gayeng, di Hotel Horison Pekalongan, Rabu (14/9/2022).

Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah Haerudin mengatakan, maksud tujuan rapat koordinasi ini yaitu ingin melakukan kolaborasi bersama pencegahan terorisme khususnya di Jawa Tengah.

"Terorisme ini sangat membahayakan keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah Haerudin kepada Tribunjateng.com.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua elemen baik ormas, toko agama, perguruan tinggi, dan ex narapidana terorisme untuk bersama-sama melakukan pencegahan terorisme secara bersama-sama.

"Ahamdulillah, kawan-kawan merespon bagus dengan adanya kegiatan ini," imbuhnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Haerudin saat menyampaikan sambutan, di rapat kordinasi sinergitas isu strategis kewaspadaan daerah dengan tema membangun komitmen cegah terorisme Jateng gayeng, di Hotel Horison Pekalongan, Rabu (14/9/2022).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Haerudin saat menyampaikan sambutan, di rapat kordinasi sinergitas isu strategis kewaspadaan daerah dengan tema membangun komitmen cegah terorisme Jateng gayeng, di Hotel Horison Pekalongan, Rabu (14/9/2022). (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

Menurutnya, permasalahan terorisme ini bukan hanya masalah Bakesbangpol, tapi juga permasalahan ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, dan perguruan tinggi.

"Pencegahan ini sangat penting, karena kalau sudah terjadi yang namanya terorisme, merusak sarana dan prasarana dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat, maka harapannya dengan adanya pencegahan yang kita optimalkan kedepan tidak terjadi lagi," ujarnya.

Haerudin mengungkapkan, di Jawa Tengah dari catatan Bakesbangpol ex napiter yang dirangkul ada 224 orang dan paling banyak di Solo.

"Karena ini kegiatan di Pekalongan, sehingga napiter yang kita rangkul kegiatan ini, dari Brebes, Pekalongan, Batang, dan Kendal," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, dengan dirangkul mereka diharapkan ex napiter memberikan testimoni-testimoni kepada masyarakat dan narasumber dalam kegiatan pencegahan terorisme.

"Jadi, harapannya nanti masyarakat tahu persis, kenapa sih terlibat dalam kegiatan terorisme. Kalau hanya mendengarkan teorinya saja, enggak iya gitu. Tapi, kalau yang sudah mengalami persis kan bisa cerita, dulu bisa terpapar, lalu kemudian prosesnya seperti apa. Sehingga bisa dan sekarang sudah menjadi warga negara yang baik dalam masuk NKRI, lah itu kita harapkan bisa bercerita kepada masyarakat," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah menggandeng narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), lalu dari Densus 88 Anti Teror, perkumpulan ex napiter, dan Pimpinan Redaksi Tribunjateng. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved