Berita Ungaran

Konsumen Pertamax di Kabupaten Semarang Turun 30 Persen Usai Penyesuaian Harga BBM

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) membuat konsumsi Pertamax turun sebanyak 30,5 persen dari kondisi sebelumnya.

Tribun Jateng/Pingky Setiyo Anggraeni
Stasiun pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU Karangpucung Cilacap nampak sepi, warga lebih memilih beralih membeli bbm jenis Pertalite. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, membuat hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Semarang mengalami perubahan jumlah konsumen atau pembeli, baik peningkatan maupun penurunan di setiap jenis bahan bakarnya.

Area Manager Communication, Relation and Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, untuk rata-rata konsumsi harian BBM non subsidi seperti Pertamax di Kabupaten Semarang cenderung turun sebanyak 30,5 persen.

Jumlah itu didapatkan dari seluruh SPBU di Kabupaten Semarang yang berjumlah 37 titik dari rentang waktu 24 Agustus sampai 13 September 2022 atau dari sebelum hingga sesudah penyesuaian harga BBM.

“Untuk Pertalite turun sebanyak 15,9 persen, kemudian Solar juga turun sebanyak 19,4 persen,” ungkapnya ketika ditemui Tribunjateng.com seusai acara FGD Dampak Penyesuaian Harga BBM di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (14/9/2022).

Meskipun demikian, ia menyebutkan bahwa konsumen Pertamax Turbo justru meningkat dalam rata-rata per harinya.

Dari rentang waktu tersebut, rata-rata konsumsi Pertamax Turbo bertambah sebanyak 200 persen.

Ia tak menjelaskan untuk jenis kendaraan yang mendominasi pembelian Pertamax Turbo lantaran pihaknya tidak melakukan pencatatan konsumen pada BBM non subsidi.

Meskipun demikian, ia menjelaskan, faktor meningkat pesatnya konsumen Pertamax Turbo tersebut yakni karena penurunan harganya.

“Yang jelas BBM non subsidi terutama Pertamax Turbo lebih diminati, Pertamax Turbo kan ada penyesuaian harga dari Rp 17.900 menjadi Rp 15.900.
Harga tersebut tidak terpaut banyak dengan Pertamax di harga Rp. 14.500.

Jadi penyesuaian (penurunan) harga Pertamina Turbo, Dexlite, Pertamina Dex saat 1 September itu selisihnya sekitar Rp 700 hingga Rp 2000 per liternya,” imbuh Brasto.
Sebagai informasi, harga Dexlite dari semula Rp 17.800 per liter turun menjadi Rp 17.100 per liter.

Sedangkan Pertamina Dex dari semula Rp 18.900 per liter menjadi Rp 17.400 per liter.

“Yang jelas, dari kami mengamankan stoknya baik di Jawa Tengah maupun DIY. Di Kota Semarang sendiri yang paling dekat yaitu di integrated terminal di Pengapon.
Stok rata-rata ketahanannya 12 hari. Artinya seandainya artinya depot atau terminal tersebut tidak disuplai BBM selama 12 hari, itu artinya aman, namun kini itu kan disuplai tiap hari baik dari kilang maupun tanker,” katanya.

Brasto berharap masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi pada kendaraan roda empat untuk segera mendaftarkan kendaraannya di https://subsiditepat.mypertamina.id.

“Kami saat ini sosialisasi terus terkait dengan program subsidi tepat My Pertamina.
Yang kami teraplan saat ini di SPBU, kami catat nomor polisinya, kalau yang sudah pakai QR code ya pakai QR code,” pungkasnya. (rez)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved