Berita Semarang

Kota Semarang Ditarget Punya Sentra Kuliner Halal Pada 2023

Dinas Ketahanan Pangan menargetkan Kota Semarang memiliki sentra kuliner halal pada 2023 mendatang.

Tribun Jateng/ Imah Masitoh
Kemeriahan Festival Kuliner Banyumas 2022 ke-7, di GOR Satria Purwokerto, Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Ketahanan Pangan menargetkan Kota Semarang memiliki sentra kuliner halal pada 2023 mendatang. Sentra kuliner halal merupakan kawasan kuliner yang makanan dan minumannya dijamin kehalalannya. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, proses produksi makanan atau minuman di sentra kuliner halal dari hulu hingga hilir dijamin kehalalannya. Nantinya, akan ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus ditaati oleh para pelaku UMKM di sentra kuliner halal, mulai dari pelayanan hingga pelabelan halal. 

"Nanti ada sertifikatnya entah keputusan dari lembaga tertentu atau dari pemerintah bahwa kuliner tersebut sudah bersertifikasi halal," terang Bambang, Rabu (14/9/2022). 

Dia menjelaskan, setiap tahapan produksi kuliner dari hulu ke hilir harus tersertifikasi. Misalnya, mulai dari penyembelihan hewan sudah tersertifikasi juru sembelih halal (juleha). Pendistribusian harus steril dan halal. 

"Angkutan barang atau hewan yang akan disembelih tidak mengangkut babi. Selain itu, dalam proses penyajian juga ada jaminan halal misalnya warung bersih dan tidak ada tikus," seburnya. 

Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan sempat berencana membuat sentra kuliner halal di Simpanglima pada 2018 lalu. Namun, rencana itu kurang berhasil karena memberikan pemahaman kepada pedagang cukup sulit. 

Rencana pembangunan sentra kuliner halal ke depan, pihaknya didukung oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang memang memiliki peran untuk mewujudkan produk halal di Indonesia. 

"Kami juga beberapa kali disupport Undip karena mereka juga punya Pusat Kajian Halal," tambahnya. 

Bambang melanjutkan, sentra kuliner halal rencananya akan dibangun di kawasan Kota Lama. Namun, ada usulan dari Satgas Halal Kemenag dan Undip untuk bisa mencari tempat berbasis masjid,  misalnya kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) atau Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman yang memang saat ini sudah ada sentra kulinernya. 

"Nanti diadakan sosialisasi dulu, dan kalau sudah sepakat dengan yayasan nanti diwajibkan untuk memiliki sertifikat halal mulai dari hulu sampai hilir," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved