Berita Pendidikan

Mahasiswa Unika Soegijapranata Raih Medali Perunggu Semarang Pencak Silat Open Championship 2022

Timotius membawa pulang medali perunggu atau juara 3 tingkat nasional pada ajang 'Semarang Pencak Silat: Open Championship 2022

Penulis: amanda rizqyana | Editor: raka f pujangga
Istimewa/Humas Unika Soegijrapranata
Timotius Bagus Djatmiko (kiri), mahasiswa angkatan 2020 Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mengikuti ajang kompetisi pencak silat di Gelora Universitas Semarang (USM) dan berhasil membawa pulang medali perunggu atau juara 3 tingkat nasional (kalangan remaja) pada ajang 'Semarang Pencak Silat: Open Championship 2022' pada Jumat (9/9/2022) hingga Minggu (11/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Timotius Bagus Djatmiko, mahasiswa angkatan 2020 Program Studi (Progdi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mengikuti ajang kompetisi pencak silat di Gelora Universitas Semarang (USM).

Timotius berhasil membawa pulang medali perunggu atau juara 3 tingkat nasional (kalangan remaja) pada ajang 'Semarang Pencak Silat: Open Championship 2022' pada Jumat (9/9/2022) hingga Minggu (11/9/2022).

Timi, begitu Ia akrab disapa menyampaikan jika sudah menekuni olahraga pencak silat sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sejak tahun 2018, Timi mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di SMA Pangudi Luhur Don Bosko Semarang.

"Tapi dulu awalnya aku ikut capoeira, cuma karena capoeira itu perlombaannya minim di Kota Semarang, kalau semisal adapun, pasti langsung internasional, cuma bagiku ini tidak efektif untuk meraih prestasi itu dengan sendiri,” ujarnya pada Tribun Jateng, Rabu (14/9/2022) di Kampus Unika Soegijapranata Bendan Dhuwur Gajahmungkur Kota Semarang.

Pada tahun 2018 sejak Ia mulai menekuni dunia pencak silat, Timi sempat mendapati Juara 3 pada kompetisi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah dan Juara 3 pada Tugu Muda Championship tingkat nasional.

Timi mengaku perjalanan yang Ia lalui untuk berada di titik ini tidaklah mudah.

“Awalnya keluarga itu tidak setuju karena untuk jadwal latihan itu sangat padat. Kalau pas mau ada kompetisi, minimal latihan itu harus setiap hari, itu pun persiapannya 6 bulan sebelum dimulai," kenang Timi.

Meski demikian, tidak menyurutkan semangatnya sedikitpun, bahkan ia tetap penuh semangat dan percaya diri untuk menunjukkan kepada orang tuanya bahwa Ia bisa berprestasi dalam bidang pencak silat.

Hingga akhirnya kedua orang tua dan keluarganya memberikan dukungan penuh.

Setelah mengikuti ajang kompetisi pencak silat, Timi saat ini akan terus berusaha meyakinkan kepada teman-temannya kampus bahwa pencak silat dapat menjadikan wadah prestasi.

"Saya juga sedang berencana untuk membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat di Unika Soegijapranata," ucapnya.

Sementara itu, Rika Saraswati S.H., CN., M.Hum., Ph.D., selaku dosen Ilmu Hukum Unika Soegijapranata mendukung semangat dan upaya yang ingin direalisasikan Timi.  

“Karena untuk menjadi UKM itu harus berkegiatan dua bulan terlebih dahulu, dan minimal yang mengikuti ada lima belas mahasiswa," ucapnya.

Rika, Ph.D., berharap, dengan dengan adanya Timi yang berprestasi ini, harapannya semoga UKM pencak silat bisa dapat segera terbentuk nantinya ia yang akan menjadi pendamping UKM pencak silat. (arh)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved