Berita Semarang

Pedagang Grosir Buah Johar Pindah ke Pasar Klitikan Penggaron Mulai Besok

Pedagang grosir buah yang saat ini masih menempati Pasar Johar Relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan segera pindah ke relokasi baru

dok Satpol PP Kota Semarang
Petugas Satpol PP Kota Semarang membongkar tempat karaoke di Pasar Klitikan Penggaron untuk mendukung relokasi bagi para pedagang grosir buah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang grosir buah yang saat ini masih menempati Pasar Johar Relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan segera pindah ke relokasi baru yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Pemindahan pedagang grosir ini menyusul masa kontrak sewa lahan MAJT untuk Pasar Johar Relokasi telah berakhir. 

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan tempat relokasi baru di Pasar Klitikan Penggaron, sembari menunggu pembangunan Pasar Induk Rejomulyo yang rencananya akan diperuntukkan bagi pedagang grosir.

Ketua Paguyuban Pedagang Grosir Buah, Nur Kholis mengatakan, para pedagang akan pindah secepatnya setelah bangunan karaoke di lantai 1 Pasar Klitikan Penggaron bersih. Aset pribadi yang berada di MAJT pun sudah mulai dibongkar dan siap dibawa ke relokasi baru. 

"Kami akan secepatnya pindah, target tanggal 15 September besok. Begitu bangunan bersih, kami pindah. Aset pribadi kami di MAJT juga mulai kami bongkar," papar Kholis, Rabu (14/9/2022). 

Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah memberikan ruang bagi para pedagang grosir untuk berjualan. Dia juga berharap pemerintah tetap memberikan perhatian dan dukungan kepada para pedagang agar tetap eksis berjualan di relokasi yang baru. 

"Kami sangat berterima kasih kepada Wali Kota, Sekda, Satpol, dan Dinas perdagangan. Kami selalu dibantu untuk proses pemindahan mulai dari MAJT sampai di tempat relokasi yang baru," ungkapnya. 

Menurutnya, ada sekitar 156 pedagang grosir yang bakal menempati Pasar Klitikan Penggaron. Jumlah itu baru jumlah pedagang yang bersurat kepada Pemerintah Kota Semarang. Belum lagi, ditambah pedagang timbulan. Dia memperkirakan pedagang yang menempati Pasar Klitikan Penggaron hampir 200 orang. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, Pasar Klitikan bakal digunakan untuk tempat relokasi pedagang buah sementara sembari pemerintah menyiapkan rencana pembangunan pasar induk di Rejomulyo. 

Pembangunan Pasar Induk Rejomulyo telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan. 

"Saat Pak Menteri rawuh ke Semarang beberapa waktu lalu, kami sampaikan untuk bisa mendorong pembangunan Pasar Rejomulyo itu bisa terwujud. Kami mendorong agar bisa dibangun," paparnya. 

Tim dari pusat, lanjut dia, pernah meninjau lapangan. Adapun desain engineering detail (DED) baru dilakukan lelang. Dia berharap, DED sudah disusun pada akhir 2022 dan rencana pembangunan dapat diterima oleh para pedagang 

"Respon Pak Menteri akan diupayakan. Ini kan kebutuhan. Kami tidak bisa memaksakan pedagang grosir masuk ke Pasar Johar," terangnya. 

Pihaknya berupaya sepotimal mungkin menyusun DED untuk pembangunan Pasar Rejomulyo, salah satunya mempertimbangkan loading kendaraan bagi para pedagang. Pasalnya, kegiatan grosir membutuhkan kendaraan besar untuk mengangkut barang dagangan. 

"Kalau sudah ada DED, nanti terkait loading barang dan lain-lain bisa kami sampaikan. Sekarang baru praDED," jelasnya. (eyf)

Baca juga: Model Frayer Memudahkan Siswa Belajar Kosakata

Baca juga: Pembelajaran Science-Edutainment dengan Media Animasi Meningkatkan Hasil Belajar IPA

Baca juga: Basarnas Pos SAR Solo Berikan Pelatihan Simulasi Penanganan Bencana Kepada Siswa SD

Baca juga: 75 Pendeta dari Maluku menjadi Santri di Ponpes Edi Mancoro Kabupaten Semarang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved