Berita Sragen

Polres Sragen Ungkap Komplotan Pencuri Ponsel dan Burung di Lima TKP

Pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

Humas Polres Sragen
Anggota Polsek Gondang, Polres Sragen melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pencurian burung berkicau 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Eko Warsono (36) warga Dukuh Bedono, RT 13, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen dibekuk polisi usai melakukan pencurian (24/8/2022) lalu.

Eko dibekuk pada (5/9/2022) setelah korban Sarno Ecex (45) warga Dukuh Sendang Apak, RT 13, Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen membuat laporan polisi.

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro mengatakan, pelaku membawa dua buah ponsel beserta dus book satu tablet.

"Modus operandi yang digunakan pelaku ialah masuk kedalam rumah pada malam hari melalui jendela kemudian mengambil dua buah ponsel dan satu buah tablet," kata Iptu Ari.

Kejadian itu bermula ketika korban pada Selasa (23/8/2022) pukul 24.00, sepulang ke rumah dari kegiatan luar. Kemudian menaruh ponsel dan tablet milik korban di meja dalam rumahnya.

Lantas korban tidur diruang tidur khusus tamu yang berada disebelah ruang kerja, kemudian pada pukul 01.00 WIB korban pindah tidur ke ruang tidur yang berada dilantai dua.

"Kemudian pada pagi harinya korban bangun dari tidur turun ke lantai satu dan mengetahui bahwa dua ponsel dan satu tablet milik korban sudah tidak ada," kata Iptu Ari.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 23 juta. Korban lantas melaporkan ke Polsek Sukodono untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Usai memperoleh laporan Polsek Sukodono dengan Unit Resmob Polres Sragen melakukan penyelidikan bersama-sama dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku berikut barang bukti berupa satu ponsel Vivo tipe V2157.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Eko mengaku telah melakukan pencurian bersama Slamet Agus Pudyastanto. Dari pengakuan keduanya, barang bukti hasil curian berupa 1 tablet seharaga Rp 14 juta dan satu ponsel seharga Rp 5 juta sudah di jual online.

Keduanya juga mengakui sebelumnya telah melakukan pencurian satu burung murai dan kapas tembak di Tangkil Sragen dekat jembatan tol.

Pencurian di Bedono, Tanon dengan hasil dua ponsel dan uang Rp 3 Juta, di Kecamatan Masaran lima ekor burung kenari, di Tanon satu buah kacer dan di Dukuh Cumplen, Kelurahan Tangkil dua ekor murai.

Atas tindakannya, keduanya terjerat Pasal 363 KUHPidana dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved