Berita Solo

Polresta Solo Cek Kondisi Penyaluran BLT, Semuanya Aman Kondusif

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan BBM subsidi di sejumlah titik di Kota Solo berlangsung lancar.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto mengecek langsung tempat penyaluran BLT bersama dengan anggota DPRD Kota Solo, Hartanti di kantor pos Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan BBM subsidi di sejumlah titik di Kota Solo berlangsung lancar.

Tidak ada aksi saling dorong dari masyarakat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut.

"Kami sudah cek seluruh lokasi titik penyaluran BLT di Kota Solo, baik di kelurahan maupun di kantor pos. Semuanya aman dan kondusif," ucap Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto, Rabu (14/9/2022).

Dengan pengecekan langsung di lapangan, lanjut Gatot, pihaknya ingin memastikan penyaluran BLT berlangsung tertib.

Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan tidak ada penyimpangan dalam penyaluran BLT di tingkat masyarakat.

"Termasuk, memastikan keamanan dari pihak petugas dan warga dari pihak-pihak yang ingin mengganggu jalannya proses penyaluran bantuan," tuturnya.

Disinggung mengenai kondisi penyakuran BST sejauh ini, Gatot mengaku, belum ada laporan dari petugas perihal penyaluran bantuan yang dilakukan. 

Sementara itu, anggota DPRD Kota Solo, Hartanti mengungkapkan, ada sejumlah aduan warga terhadap penerima BLT. 

Di mana, ada kategori keluarga mampu justru mendapatkan bantuan. Namun, untuk keluarga yang kategori miskis justru tidak mendapatkan bantuan.

"Terkait hal tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan dinas Kementerian Sosial untuk membenahi data penerima BLT. Sehingga, bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran," terangnya.

Lurah Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Arik Rahmadani mengatakan ada sebanyak 2.276 warga.

Dari keseluruhan data tersebut, delapan diantaranya meninggal dunia, tidak ditemukan ada dua dan tidak sesuai dengan domisili ada tiga.

"Baik warga meninggal dunia, tidak ditemukan maupun bukan domisili lagi di Nusukan, dananya akan dikembalikan ke Kementerian Sosial," tandasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved