Berita Sukoharjo

Wayang Kulit Berlapis Emas di Sukoharjo, Satu Set Wayang Laku Miliaran Rupiah

Kesenian tradisional wayang kulit masih diminati masyarakat nusantara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Kesenian tradisional wayang kulit masih diminati masyarakat nusantara, khususnya Jawa.

Meski terus digempur kebudayaan modern, kesenian yang dulu dipakai untuk medium dakwah Walisongo itu masih bertahan. 

Nyatanya, pertunjukan wayang kulit masih bisa ditemukan dalam berbagai acara hiburan masyarakat. Regenerasi dalang juga masih berjalan. 

Ini menjadi kabar baik bagi pengrajin wayang kulit yang mengandalkan matapencahariannya dari eksistensi kesenian itu. 

Marwanto pengrajin wayang kulit dari kelurahan Sonorejo, Sukoharjo.
Marwanto pengrajin wayang kulit dari kelurahan Sonorejo, Sukoharjo. (Tribun Jateng/Khoirul muzaki)

Marwanto, pengrajin wayang kulit asal Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo masih konsisten memproduksi wayang kulit hingga sekarang. 

Ia menjadi salah satu produsen wayang kulit paling sukses di daerahnya. Sejumlah dalang kenamaan semisal Cahyo Kun tadi, Bayu Aji, hingga Sigit Aryanto berlangganan wayang di tempatnya. 

Keberhasilannya membangun bisnis wayang kulit adalah buah dari perjuangan panjang. Sebelum membuka usaha sendiri, Marwanto sempat menjadi buruh Ki Manteb Sudarsono. Di situ ia ditempa hingga mahir membuat wayang. 

"Tapi wayang pak Manteb pasarnya kalangan atas, " katanya, Rabu (14/9/2022) 

Meski berstatus dalang kenamaan, Ki Manteb juga memiliki usaha pembuatan wayang kulit. Marwanto adalah satu di antara 10 pengrajin yang bekerja di rumah Manteb. 

Hingga setelah mahir, ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri di rumahnya Kelurahan Sonorejo, Sukoharjo

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved