Berita Salatiga

50 Perempuan Kecamatan Tingkir Salatiga Dikenalkan Pendidikan Politik

Pendidikan politik adalah pembinaan untuk memahami mencintai rasa keterikatan tinggi terhadap negara dan perangkat sistemnya.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: deni setiawan
PEMKOT SALATIGA
Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi memberikan sambutan dalam sosialisasi pendidikan politik di Aula Damarjati Lantai 2 BKPSDM Kota Salatiga, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - 50 perempuan dari Kecamatan Tingkir mendapatkan pendidikan politik dari sosialisasi yang digelar Badan Kesbangpol Kota Salatiga.

Acara itu dibuka oleh Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi di Aula Damarjati Lantai 2 BKPSDM Kota Salatiga pada Rabu (14/09/22).

Kepala Badan Kesbangpol Kota Salatiga, Yayat Nurhayat menjelaskan, pendidikan politik adalah pembinaan untuk memahami mencintai rasa keterikatan tinggi terhadap negara dan perangkat sistemnya.

Baca juga: Harga Beras, Bawang Merah hingga Kacang Hijau di Kota Salatiga Naik, Pembeli Mengeluh

Baca juga: Awas, Kasus DBD Meningkat di Kota Salatiga, Mayoritas Pasien Usia 5-14 Tahun

“Menyambut tahun politik yang sebentar lagi datang, baik Pilpres, Pileg, Pilgub, dan Pilkada, penting untuk dilakukan pendidikan politik bagi masyarakat."

"Dan kali ini pesertanya adalah perempuan,” kata Yayat kepada Tribunjateng.com, Rabu (14/9/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penerangan bagi masyarakat atas hal dan kewajiban politik.

“Selanjutnya juga untuk meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mewujudkan kemandirian berpolitik dan ketatanegaraan,” jelasnya.

“Sosialisasi pendidikan politik kali ini adalah yang keempat setelah sosialisasi di Kecamatan Argomulyo, Sidomukti, dan Sidorejo."

"Peserta 50 orang terdiri dari PKK dan organisasi wanita di wilayah Kecamatan Tingkir,” tambahnya.

Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi memberikan apresiasi kepada narasumber dan penyelenggara atas pelibatan perempuan dalam kegiatan.

“Kami sudah memerintahkan kepada OPD agar dalam penyelenggaraan acara mengutamakan perempuan dan kami bersyukur dan berterima kasih karena kegiatan ini diikuti oleh perempuan,” kata Sinoeng.

Baca juga: Sambut HUT ke-67 Korp Lalu Lintas, Satlantas Polres Salatiga Gelar Donor Darah

Baca juga: Satpol PP Kota Salatiga Cek IMB Proyek Pembangunan di Kota Salatiga

Untuk mewujudkan kesadaran politik, dirinya memakai teori marketing yaitu dengan menentukan target.

“Tentukan promosi produk sampai di hati yaitu perempuan dan anak, daya sebar informasi akan lebih cepat perempuan dan anak dibandingkan laki-laki,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (14/9/2022).

Dalam Pilkada 2024, pihaknya akan mengawal dan akan netral.

“Ibu dan mbak semua akan menghadapi kampanye, akan ada yang bukan pendukung tapi marah di depan bila ada perbedaan pendapat."

"Siapapun kandidat lihatlah kapasitas dan kualitas bukan isi tasnya,” ungkapnya.

“Selanjutnya kalau memiliki anak yang belum memiliki KTP tapi ulang tahun ke 17 nanti sudah berhak memilih."

"Tolong sampaikan ke RT agar dapat surat pengantar, jangan cuma dibatin."

"Nanti itu akan menjadi sumber masalah dan pasti saling menyalahkan, baik oleh tim sukses ataupun penyelenggara pemilu,” imbuhnya. (*)

Baca juga: PAD Museum Kretek Kudus Tahun Ini Ditarget Rp 700 Juta, Bisakah Tercapai?

Baca juga: Persika Karanganyar Bakal Kedatangan Amunisi Baru, Posisi Striker Asal Malang, Siapakah Dia?

Baca juga: Dongeng Anak Sebelum Tidur untuk Membangun Karakter, Kebaikan Gendis dan Kunyit Ajaib

Baca juga: Cerita Mistis Melahirkan di Kamar Jenazah Rumah Sakit Kosong di Blitar

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved