Berita Karanganyar

Kades Berjo Tersangka Korupsi Pengelolaan BUMDes, Bupati Karanganyar: Kami Diberhentikan Sementara

Juliyatmono menyampaikan, hingga saat ini belum menerima surat resmi dari Kejari Karanganyar terkait penetapan tersangka Kades Berjo.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kades Berjo dapat diberhentikan sementara setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan BUMDes.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, hingga saat ini belum menerima surat resmi dari Kejari Karanganyar terkait penetapan tersangka Kades Berjo.

Apabila pihaknya sudah menerima surat tersebut, tentu akan segera ditindaklanjuti.

Baca juga: Anggota DPRD Jateng ke Karanganyar, Gali Informasi Soal Pengendalian Inflasi dan Dampak Kenaikan BBM

Baca juga: Kejari Karanganyar Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi BUMDes Berjo Kecamatan Ngargoyoso

Baca juga: 27 Keluarga Korban Bencana Terima Bansos, BPBD Karanganyar: Semoga Bisa Mengurangi Beban Mereka

Baca juga: Persika Karanganyar Bakal Kedatangan Amunisi Baru, Posisi Striker Asal Malang, Siapakah Dia?

"Kami hormati proses-proses hukum."

"Kalau yang bersangkutan oleh peraturan ketentuan sudah tidak bisa melaksanakan tugas, kami berhentikan sementara," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/9/2022).

Dia menuturkan, langkah-langkah administrasi tentu akan ditempuh untuk mengisi kekosongan jabatan Kades dengan menunjuk Penjabat (Pj) Kades.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Karanganyar menetapkan inisial S selaku Kades Berjo aktif dan EK, mantan Dirut BUMDes Berjo 2020 sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan BUMDes.

Berdasarkan hasil audit, kerugian negara akibat kasus tersebut sebesar Rp 1,160 miliar.

Kerugian tersebut berasal dari markup pengembangan kawasan Wisata Telaga Madirda berupa pembangunan kolam renang, lahan parkir, hingga flying fox.

Begitu juga untuk kepentingan pribadi kedua tersangka.

Adapun kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman pidana kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (*)

Baca juga: 50 Perempuan Kecamatan Tingkir Salatiga Dikenalkan Pendidikan Politik

Baca juga: PAD Museum Kretek Kudus Tahun Ini Ditarget Rp 700 Juta, Bisakah Tercapai?

Baca juga: Cara Praktis Terjemahkan Teks di HP Pakai Google Lens Tanpa Buka Google Translate

Baca juga: Klub Legendaris Persikas Kabupaten Semarang akan kembali Ikuti Kompetisi Liga 3 Jateng 2022

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved