Berita Kudus

Ma'had Aly TBS Kudus Luluskan 12 Santri Ilmu Falak Perdana

Sebanyak 12 santri takhasus ilmu falak Ma'had Aly Tasywiqut Thullab Salafiyyah (TBS) lulus dalam wisuda perdana.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: raka f pujangga
Istimewa/Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo foto bersama 12 santri yang dinyatakan lulus program khusus ilmu falak Mahad Aly TBS Kudus, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 12 santri takhasus ilmu falak Ma'had Aly Tasywiqut Thullab Salafiyyah (TBS) lulus dalam wisuda perdana yang berlangsung di gedung serbaguna TBS, Kamis (15/9/2022).

Moementum wisuda pertama tersebut dihadiri oleh Bupati Kudus HM Hartopo, KH. Ulin Nuha Arwani, KH. Ulil Albab Arwani, Pengurus Yayasan TBS, sejumlah organisasi perangkat daerah,  dan tamu undangan.

"Atas nama Pemkab Kudus saya ucapkan selamat atas wisuda perdana ini. Semoga ke depan dalam pendidikan di TBS ini tambah maju. Santri dapat naik kelas internasional, tak hanya regional dalam menguasai ilmu falak," kata Hartopo.

Menurutnya, ilmu falak masih langka pada saat ini. Oleh karena itu, ilmu tersebut perlu dikembangkan di sekolah dengan jurusan tertentu karena tak semua orang mampu menguasai tentang ilmu falak.

"Ilmu falak adalah ilmu langka, belum semua sekolah ada jurusan ini. Ini adalah ilmu yang mempelajari benda langit, juga ilmu yang mempelajari perhitungan waktu. Tak semua orang bisa menguasai, hanya orang yang memiliki IQ yang jenius yang mampu belajar ilmu ini," katanya.

Dengan mempelajari Ilmu Falak, dirinya menyebut banyak hal yang bisa didapatkan, antara lain dapat menambah keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

"Otomatis akan menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Karena kita dapat mengetahui dan mengakui ciptaan-Nya yang sangat luar biasa," kata dia.

Naib Mudir Ma’had Aly TBS Kudus, Chirzil Ala, dalam laporannya menyampaikan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mudir Ma’had Aly li Ilmil Falak TBS Kudus Nomor 15/MA-TBS/T.6/IX/2022 tertanggal 12 September 2012, lulusan pada wisuda pertama ini sebanyak 12  wisudawan.

"Ada sebanyak 12 santri yang diwisuda, terdapat 1 wisudawan terbaik yaitu Iseh Sulaiman Rois, wisudawan asal Desa Telukwetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara," kata dia.

Sementara itu,  KH. M. Ulil Albab Arwani, Ketua Yayasan TBS Kudus menjelaskan, bahwa yayasan yang dipimpinnya mengelola jenjang pendidikan yang cukup lengkap. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (MI dan SD Putri), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan SMA (Unggulan) TBS Keramat.

"Dan sejak 2018, Yayasan TBS Kudus melalui salah satu unit pendidikan yang dikelola (Pondok Ath-Thullab), memperoleh izin pendirian (SK) dari Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 972 Tahun 2018 Tentang Izin Pendirian Ma'had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus dengan takhashush ilmu falak," kata dia.

Disampaikannya, dalam catatan sejarah TBS, banyak tokoh-tokoh berpengaruh dalam bidang ilmu falak.

"Di antara pakar Falak dari TBS yang dikenal masyarakat luas yaitu KH. Abdul Djalil Hamid, KH. Turaichan Adjhuri, KH. Noor Ahmad, dan ketua Lembaga Falakiyah PBNU saat ini, KH. Sirril Wafa," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved