Berita Sragen

Makam Ilegal Di Atas Lahan Milik Pribadi, Tuai Protes Warga Pengkol

Makam di atas tanah pribadi tersebut membuat masyarakat terganggu, terlebih warganya yang berada di sekitar makam.

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebuah makam berdiri di atas tanah pribadi di Dukuh Pengkol, RT 09, Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Jenazah tersebut dimakamkan pada Senin (5/9/2022) sekira pukul 11.00 WIB lalu di atas tanah milik, Gimin Jarot Rahardjo.

Pemakaman tersebut menimbulkan permasalahan dan penolakan dari masyarakat sekitar. 

Ketua RT 09, Karmin saat ditemui di makam tanah pribadi tersebut mengaku terganggu, terlebih warganya yang berada di sekitar makam.

"Tentu terganggu adanya makam ini, karena akan berdampak ke berbagai segi terutama warga sekitar," kata Karmin, Kamis (15/9/2022).

Karmin mengatakan warga sekitar telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanon atas pemakaman ilegal atau tanpa izin. 

Sementara itu, Kepala Desa Pengkol, Haryono mengatakan pemakaman di tanah milik pribadi tersebut terkesan dipaksakan.

Mengingat pihaknya telah menyediakan makam yang bisa digunakan masyarakat.

"Kami sudah mempunyai makam baru yang berisi dua jenazah. Harusnya mereka bisa menggunakan itu, tapi ini malah dipaksakan menggunakan tanah pribadi," katanya.

Haryono melanjutkan pemakaman di tanah milik pribadi ini termasuk pemakaman ilegal. Meskipun di tanah milik pribadi, katanya sebuah makam harus ada izinnya terlebih dahulu, mengingat menyangkut kepentingan umum.

Baca juga: Video Viral Truk Nyasar ke Makam Setelah Antar 2 Perempuan

Haryono mengatakan, di Dukuh tersebut sebenarnya sudah ada makam.

Makam tersebut berada di tanah milik mantan perangkat Desa Pengkol. 

Namun, belum lama ini makam terdahulu tersebut ditutup oleh keluarga pemilik tanah secara sepihak tanpa memberitahu kepada pemerintah desa.

Dia mengatakan makam di tanah pribadi tersebut sebenarnya sudah diwakafkan pada 2016 lalu. Tanah tersebut dikuasai dan dikelola Nazhir sesuai dengan fungsi dan kegunaan.

"Dengan ini status tanah tersebut masih dalam pengawasan pemerintah Desa Pengkol. Yang nantinya akan dijadikan tempat fasilitas umum untuk kegiatan sosial," kata Haryono.

Atas kejadian ini, Haryono mengaku akan memanggil beberapa orang yang dipandang turut andil dalam pemakaman ilegal tersebut untuk ditindaklanjuti dan dimintai keterangan.

Terkait jenazah yang sudah ada di tanah milik pribadi tersebut Haryono mengaku belum bisa memastikan akan dipindahkan atau tetap berada disitu.

"Kami harus koordinasi bersama warga yang terdampak atau lingkungan sekitar dan keluarga yang dimakamkan atau pihak yang mendukung tentang pemakaman ini," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved