OPINI

Opini Hamdi Abdullah Hasibuan: Masihkah Gerakan Mahasiswa Kuat?

SEPANJANG Tahun 2022 menjadi hari hari yang sulit bagi rakyat Indonesia. Pasalnya sepanjang tahun ini banyak kasus-kasus yang mengejutkan rakyat mulai

Editor: m nur huda
Tribun Jateng
Opini Ditulis Oleh Hamdi Abdullah Hasibuan (Anggota HMI Unimed) 

Opini Ditulis Oleh Hamdi Abdullah Hasibuan (Anggota HMI Unimed)

TRIBUNJATENG.COM - SEPANJANG Tahun 2022 menjadi hari hari yang sulit bagi rakyat Indonesia. Pasalnya sepanjang tahun ini banyak kasus-kasus yang mengejutkan rakyat mulai dari masalah harga minyak goreng, kenaikan harga BBM subsidi, pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, kasus pembunuhan berencana terhadap anggota polisi Brigadir J. Dan seterusnya kebocoran data negara oleh peretas atau hacker. Serta masih banyak lagi datang silih berganti.

Kegelisahan terhadap naiknya harga BBM bersubsidi dirasakan oleh semua elemen masyarakat. Sejak diumumkannya kenaikan harga BBM bersubsidi pada tanggal 01 September 2022, demonstrasi terjadi di mana-mana. Kalangan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menuntut untuk menurunkan harga BBM. Tapi yang menjadi kegelisahan penulis masihkah gerakan mahasiswa saat ini memiliki kekuatan? Apakah unjukrasa mahasiswa ini didengarkan pemerintah dan punya daya ungkit kuat?

Peran Mahasiswa

Sejatinya mahasiswa adalah peserta didik yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Tanggungjawab sebagai seorang mahasiswa adalah untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Tidak salah jika seorang mahasiswa fokus pada pelajaran semasa kuliah, menjadi penerus peradaban dan memiliki nilai yang optimal. Tapi apakah hanya ini yang bisa dilakukan mahasiswa? Saya rasa tidak, itulah jawaban yang bisa diutarakan. Karena mahasiswa memiliki peran yaitu sebagai motor perubahan, pelaku pengawal kehidupan sosial dan sebagainya.

Penulis masih ingat betul ketika duduk di bangku perkuliahan, betapa keramatnya kalimat-kalimat para senior di kampus. Doktrin-doktrin yang diberikan tertanam dalam kepala bahwa mahasiswa mengemban misi sebagai pelopor perubahan. Tragedi Trisakti 1998 menjadi doktrin yang membakar semangat mahasiswa untuk mau turun ke jalan. Kala itu, penulis menyadari bahwa mahasiswa menempatkan diri sebagai posisi vital. Peran mahasiswa tidak hanya untuk menempuh pendidikan.

Mahasiswa berperan aktif untuk mengkritik segala kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kehidupan rakyat. Kebijakan yang tidak memihak rakyat. Mahasiswa menjadi penyambung lidah masyarakat untuk menyadarkan pemerintah.

Tidak ada pihak yang mau berlelah-lela dan rela letih hanya untuk menyuarakan aspirasinya kepada pihak-pihak yang menyalahgunakan kewenangannya kecuali mahasiswa. Demontrasi menjadi kegiatan yang tidak diprogramkan ke dalam kurikulum tapi menjadi kegiatan wajib bagi mahasiswa. Demi untuk mengontrol tatanan sosial, mahasiswa melakukan baca, diskusi dan aksi demi menuntut kesejahteraan dan keadilan.

Dalam sejarah perjalanan Indonesia, gerakan mahasiswa sudah terbukti mampu membawa perubahan-perubahan yang signifikan. Perubahan tersebut terjadi karena gerakan mahasiswa yang terencana, masif dan berkelanjutan. Hal ini yang menjadikan gerakan mahasiswa memiliki kekuatan yang dahsyat untuk membawa perubahan. Kita bisa mengulas kembali sejarah bahwa dalam fase orde lama dan orde baru peran mahasiswa cukup kuat dalam mengubah pemerintah saat itu.

Gerakan Masif

Masalah bangsa itu datang silih berganti, hari ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubdisi naik, besok mungkin korupsi, entah kapan rakyat mendapatkan kesejahteraan. Hendak berharap pada gerakan mahasiswa, gerakannya pun terjadi masalah. Mengapa saya katakan bermasalah? jika kita komparisakan dengan gerakan-gerakan mahasiswa jaman dulu tentu ini sangat berbeda.

Gerakan-gerakan mahasiwa pada fase orde lama dan orde baru terbilang cukup sukses dalam mengubah sistem pemerintahan. Darimana kita ketahui gerakannya sukses? Gerakan mahasiswa di dua fase perjalanan Indonesia itu dilakukan dengan terstruktur, masif dan berkelanjutan. Jika kita kilas balik pada sejarah tidak ada aksi-aksi demonstrasi mahasiswa yang dilakukan hanya sesekali saja.

Mahasiswa dulu sangat militan dalam menggapai tujuannya. Maka aksi-aksi demonstrasi di fase orde lama dan orde baru dilakukan dengan skala besar, masif dan terus-menerus hingga tujuan yang diinginkan tercapai. Aksi-aksi mahasiswa dulu menggabungan seluruh aliansi, organisasi dan kampus-kampus dalam satu bendera yaitu Merah Putih.

Kondisi Sekarang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved