OPINI

Opini Hamdi Abdullah Hasibuan: Masihkah Gerakan Mahasiswa Kuat?

SEPANJANG Tahun 2022 menjadi hari hari yang sulit bagi rakyat Indonesia. Pasalnya sepanjang tahun ini banyak kasus-kasus yang mengejutkan rakyat mulai

Editor: m nur huda
Tribun Jateng
Opini Ditulis Oleh Hamdi Abdullah Hasibuan (Anggota HMI Unimed) 

Mari kita bandingkan dengan gerakan mahasiswa saat ini, berapa banyak jumlah populasi mahasiswa yang turun ke jalan. Setiap isu yang muncul ditanggapi berbeda-beda oleh masing-masing aliansi, organisasi maupun kampus. Aksinya pun terjadi hanya sesekali.

Jika kita melihat aksi-aksi mahasiswa saat ini terlalu banyak bendera-bendera organisasi. Tidak ada kekompakan seluruh mahasiswa, tidak dilaksanakan dalam skala yang besar, tidak dalam satu bendera dan tidak ada gerakan yang berkelanjutan terus-menerus. Faktor-faktor ini yang membuat gerakan mahasiswa bermasalah.

Tidak Ditanggapi

Inilah yang menjadi faktor gerakan mahasiswa sering tidak ditanggapi oleh pemerintah. Pemerintah seakan tutup mata terhadap aksi mahasiswa. Pemerintah juga tutup telinga terhadap aspirasi mahasiswa. Mungkin gerakan mahasiswa tidak cukup besar untuk didengar dan dilihat.

Kalau kita melihat kasus BBM yang hangat diperbincangkan ini. Gerakan-gerakan mahasiswa pun hanya terdengar sesekali. Ketika kasus BBM bersubsidi naik, berbagai kalangan tersentil dan masyarakat menjerit. Hasilnya terjadi aksi demonstrasi meminta untuk menurunkan harga BBM bersubsidi. Namun apa yang terjadi setelahnya? tidak ada, tidak ada tindak lanjut maupun aksi lanjutan untuk mengawal kasus tersebut sampai harga BBM benar-benar turun.

Muncul pertanyaan apakah aksi mahasiswa hanya turun ke jalan? jawabannya tentu tidak. Mahasiswa juga bisa melakukan gerakan melalui tulisan-tulisan. Namun gerakan-gerakan turun ke jalan menjadi aksi yang langsung bisa didengarkan oleh para pejabat. Hanya saja untuk bisa didengar dan dilihat skalanya harus besar, kompak dilakukan serentak seluruh Indonesia dan berkelanjutan.

Harus Solid

Mahasiswa adalah kaum intelektual, agen of change, orang-orang yang mengerti secara prosedural menyampaikan aspirasi dan menjadi garda terdepan untuk perubahan. Maka memperbaiki gerakan adalah langkah pertama yang harus diperbaiki. Bukan salah, hanya harus diperbaiki agar gerakan-gerakan mahasiswa menjadi solid.

Untuk mencapai tujuan maka kita harus benar-benar memiliki kekuatan yang besar, dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Kita bisa belajar dari para pendahulu bagaimana perjuangan-perjuangan untuk menjadi pelopor perubahan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk seluruh mahasiswa di Indonesia. (*/tribun jateng cetak)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved