Berita Semarang

Pemandu Museum Kota Lama Kuasai Sejarah Semarang Sejak 1600-an

Museum menjadi pilihan berwisata sekaligus belajar bagi para pelajar, keluarga, maupun masyarakat umum.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: raka f pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Museum menjadi pilihan berwisata sekaligus belajar bagi pelajar, keluarga, maupun masyarakat umum.

Selain memberikan nilai dari peristiwa di masa lampau, museum juga menjadi wahana eksplorasi karena menyediakan beragam artefak bersejarah baik asli maupun imitasi.

Ada pula dokumentasi, dummy, maupun teks penjelasan tentang museum dan barang peninggalan sejarah.

Annisa Mulya, pemandu Museum Kota Lama Semarang menjelaskan, untuk bisa masuk ke museum tidak dibebankan biaya tiket masuk alias gratis.

"Masuk ke Museum Kota Lama gratis, namun untuk bisa masuk harus mengunduh aplikasi Museum Kota Lama untuk booking tiket dan mengisi identitas kemudian memilih jadwal kedatangan," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Kamis (15/9/2022).

Adapun waktu operasional Museum Kota Lama Semarang setiap Senin-Jumat mulai pukul 10.00-15.00 yang dibagi dalam 5 sesi.

Lima sesi tersebut yakni pukul 10.00, 11.00, 13.00, 14.00, dan 15.00.

Sementara pada Sabtu, Minggu, maupun hari libur, mulai pukul 9.00-15.00 dan dibagi dalam 6 sesi.

Enam sesi tersebut pukul 9.00, 10.00, 11.00, 13.00, 14.00, dan 15.00.

Ia pun menjelaskan tentang sejarah Kota Lama sejak masa prabenteng, benteng, dan pascabenteng.

"Masa prabenteng ini masa sebelum didirikannya benteng yang mengelilingi Kota Lama atau sebelum tahun 1695. Untuk fragmen yang ditemukan antara lain tulang rusa, kerbau atau sapi," jelasnya.

Sedangkan pada masa benteng atau tahun 1695-1824 saat benteng kota masih berdiri, ditemukan fragmen piring dan sejumlah fragmen perlengkapan rumah tangga.

Sedangkan masa pascabenteng ialah setelah benteng kota dihancurkan pada 1825 dengan berbagai peninggalan fragmen juga.

"Benteng di Kota Lama sudah tidak ada. Untuk benteng pertama, yakni benteng segi lima dihancurkan pada 1743 ketika saat itu ada peristiwa penyerangan pada Belanda. Benteng segi lima dihancurkan, kemudian dibangun benteng kota. Namun pada 1984 benteng kota juga dihancurkan dan terjadi pengembangan wilayah di Kota Lama," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved