Berita Semarang

Tak Bayar Utang dan Gadaikan Jaminan, Nasabah PT BPF Semarang Dipenjara 7 Bulan

Seorang warga harus rela dijebloskan ke dalam penjara karena persoalan utang piutang.

Penulis: Faisal Hakiki | Editor: sujarwo
Net
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang warga Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, harus rela dijebloskan ke dalam penjara karena persoalan utang piutang.

Pria yang bernama M Aulia Ulil Abshori (29) ini, adalah seorang nasabah di  PT Batavia Porsporindo Finance (BPF) Semarang.

Aulia mendapatkan hukuman 7 bulan kurungan penjara dari hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Demak.

Aulia terbukti bersalah karena melanggar pasal 36 UU nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia terkait pengalihan objek berupa mobil Daihatsu Xenia tahun 2013.

Hal itu disampaikan Supervisor (SPV) Batavia Porsporindo Finance Benny Agus S yang mengikuti proses dari awal perjanjian dengan nasabah sampai nasabah bermasalah hingga berujung pada pelanggaran hukum.

Ia pun memberikan edukasi kepada masyarakat atau nasabah yang memiliki utang piutang agar mengedepankan rasa tanggung jawab.

Benny Agus menceritakan kronologi yang dilakukan Ulil Abshori tersebut.

"Bermula dari pembayaran angsuran yang jatuh tempo pada tanggal 16 April 2020, namun dibayarkan pada tanggal 22 april 2020," kata Benny Agus, Rabu (14/9/2022).

Benny melanjutkan saat BPF Semarang berkunjung ke rumah nasabah, namun tidak bisa bertemu karena nasabah bekerja di luar kota.

Selanjutnya, pihak BPF Semarang memberikan surat peringatan 1,2 dan 3 ke nasabah, namun tetap tidak membayar angsuran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved