Berita Demak

Takut Covid 19, Dua Gadis Kecil di Demak Dilarang Ibu Bersekolah Selama Pandemi hingga Menutup Diri

Ketakutan terpapar Covid 19, seorang ibu di Desa Mlaten minta anaknya tak sekolah.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Tito Isna Utama
Saat Lurah Mlaten Zumar Azari beserta kepolisian setempat dan ketua RT mencoba mengunjungi dan merayu Solehkatun untuk menyekolahkan kedua anaknya kembali. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Akibat ketakutan terpapar Covid 19 seorang ibu di Desa Mlaten Kec Mijen Kabupaten Demak, meminta anaknya untuk tidak keluar rumah sampai tidak dibolehkan bersekolah selama pandemi sampai sekarang.

Solehkatun dengan kedua anaknya, ASN (13)  dan ASB (8) memilih untuk menutup keluarganya dari dunia luar.

Ketua RT 1 RW 2 desa Mlaten kecamatan mijen Kabupaten Demak, Asmudi mengatakan tertutupnya Solehkatun berserta anaknya itu ketika awal pandemi covid 19 sampai sekarang.

Asmudi mengatakan keluarga itu, keluar hanya seminggu sekali ketika ayahnya pulang kerumah.

"Kehidupan sehari-hari memang sudah hampir 2 tahun ini dikurung di rumah saja, kalau ada keperluan sesekali suami pulang malem minggu diajak jalan-jalan sama anaknya berempat," kata Asmudi kepada Tribunjateng, Kamis (15/9/2022).

Saat Lurah Mlaten Zumar Azari beserta kepolisian setempat dan ketua RT mencoba mengunjungi dan merayu Solehkatun untuk menyekolahkan kedua anaknya kembali.
Saat Lurah Mlaten Zumar Azari beserta kepolisian setempat dan ketua RT mencoba mengunjungi dan merayu Solehkatun untuk menyekolahkan kedua anaknya kembali. (Tribun Jateng/Tito Isna Utama)

Untuk ayah kata Asmudi, Supriono bekerja di mabel Mragen hanya pulang ke rumah seminggu sekali.

Melihat anak selama pandemi covid 19 tidak sekolah lanjutnya, tetangga sudah mencoba membantu keluarga tersebut.

Tidak hanya tetangga saja, perangkat desa dan pihak sekolah pun sempat membujuk solehkatun untuk menyekolahkan anaknya.

Akan tetapi bujukrayu itupun tidak merubah keputusan solehkatun.

Ia menambahkan bila ingin dibantu oleh orang lain, Solehkatun selalu marah-marah dan menolak bantuan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved