Berita Semarang

TKI Asal Indonesia Ini Kirim Paket Sabu dari Malaysia Sebelum Lebaran

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng gagalkan upaya penyelundupan sabu oleh TKI.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian menanyai H TKI yang mengirimkan sabu dari Malaysia. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng gagalkan upaya penyelundupan sabu yang dilakukan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang dikirimkan  ke Nganjuk dan Tulungagung melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Barang haram itu diketahui dikirim oleh H warga Sampang Madura yang saat itu menjadi TKI di  Malaysia. H menyelundupkan sabu di dalam pigura kaligrafi dan dikirim melalui ekspedisi laut. 

H saat melakukan aksinya itu dibantu oleh istri dengan mertuanya yakni  UK, dan KK yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian mengatakan barang haram itu dikirim H ke Indonesia saat sebelum lebaran. Saat itu dirinya menjadi TKI dan hendak pulang ke Indonesia.

"Barang itu diselipkan di dalam pigura kaligrafi dikemas menjadi dua tempat dan akan dikirim ke Nganjuk dan Tulungagung. Barang itu dikemas dengan barang lainnya untuk mengelabuhi petugas," jelasnya saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Kamis (15/9/2022).

Menurutnya, berdasarkan pengakuan barang haram tersebut didapat dari warga negara Malaysia yakni  M dan A.

Dirinya mendapatkan upah Rp 50 juta jika berhasil mengambil barang di Nganjuk dan Tulungagung.

Sementara penerima barang di Nganjuk dan Tulungagung masing-masing mendapat upah Rp 10 juta.

"Rencananya akan dikirimkan dan diedarkan di  Madura Jawa Timur. Karena tujuan terakhirnya di Madura," tuturnya.

Ia menuturkan proses penyelidikan cukup lama. Paket tersebut  sempat mengendap hingga 2 sampai 3 bulan untuk mencari pelaku.

 "Baru bisa diungkap barang itu adalah methapetamin," tutur dia.

Tersangka H mengaku barang haram itu  dikirimkan sebelum lebaran dengan harapan sampai setelah lebaran. Namun dirinya berkilah tidak mengetahui isi paket tersebut.

"Saya tidak tahu apa isinya. Saya cuma disuruh mengambil pigura," tuturnya.

Dia dijanjikan uang Rp 50 juta jika berhasil paket berisi pigura tersebut. Uang itu diberikan setelah berhasil mengambil pigura.

"Jadi saya pulang ke Madura pakai uang saya sendiri. Setelah berhasil uang baru dikasih. Saya tahunya pigura kalau tahu isinya itu saya mau dikasih apapun tidak mau," tuturnya.

ia menuturkan berada di Malaysia bekerja sebagai kuli bangunan. Dirinya telah bolak-balik Indonesia Malaysia selama 30 tahun.

"Sementara M dan A saya kenal karena sering dimintai tolong belanja saat saya kerja di Malaysia. Karena lokasi kerja saya dekat dengan M dan A," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved