Berita Regional

Calon Pendeta Pelaku Pencabulan Belasan Anak Rekam Aksi dengan HP, Foto dan Video untuk Ancam Korban

Jumlah korban pencabulan yang dilakukan calon pendeta berinisial SAS (36) di Kabupaten Alor, NTT, bertambah 2 menjadi 14 orang.

net
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Jumlah korban pencabulan yang dilakukan calon pendeta berinisial SAS (36) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah dua orang.

Total  jumlah korban kini menjadi 14 orang.

SAS merupakan calon pendeta yang berdomisili di Kupang, NTT. 

Baca juga: Calon Pendeta Cabuli 12 Anak, Mengaku Punya Trauma Masa Lalu sebagai Korban Kekerasan Seksual

Disampaikan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Alor, Iptu Yames Jems Mbau, dua korban itu sudah melapor ke Polres Alor.

"Ada dua lagi korban pencabulan, tetapi usianya 19 tahun.

Mereka sudah melapor ke Polres Alor pada Rabu kemarin," kata Jems, kepada Kompas.com, Kamis (15/9/2022) malam.

Belasan perempuan itu, lanjut Jems, merupakan korban pencabulan dan persetubuhan serta pengancaman menggunakan video.

Dari 14 korban ini kata dia, 10 orang di antaranya adalah anak di bawah umur dan empat korban yang berumur 19 tahun.

Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Alor sudah memeriksa para korban dan orangtua korban.

"Ada korban yang jadi saksi untuk korban lainnya," kata Jems.

Menurut dia, semua korban sudah menjalani visum di rumah sakit dan telah memberikan keterangan terkait kasus ini.

Dari semua korban pencabulan lanjut Jems, tidak ada yang hamil.

Meski begitu, para korban mengalami trauma yang mendalam.

 
Hingga saat ini, berkas perkara kasus ini pun sudah rampung dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kalabahi, untuk proses hukum lebih lanjut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved