Berita Kudus

Kata Warga Kudus Menyikapi Desas-desus Pengubahan Daya 450 VA ke 900 VA

Desas-desus adanya pengalihan penggunaan listrik masyarakat yang berdaya 450 Volt Amphere (VA) naik daya menjadi 900 VA membuat masyarakat resah.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
Rezanda Akbar D
Muhamar, Warga Pasuruhan Lor yang sedang menunjukan meteran listrik miliknya yang berdaya sebesar 450VA/Rezanda Akbar D. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Desas-desus adanya pengalihan penggunaan listrik masyarakat yang berdaya 450 Volt Amphere (VA) naik daya menjadi 900 VA membuat masyarakat resah.

Keresahan tersebut dirasa oleh Muhamar warga Pasuruhan Lor, Kudus yang menggunakan daya 450 VA di rumahnya.

Menurutnya, perubahan daya tersebut dinilai kurang tepat jika diberlakukan untuk warga desa yang notabenenya tidak menggunakan daya listrik yang besar.

"Kalau itu berlaku di kota-kota besar monggo ga masalah, kalau itu berlaku di kampung atau desa ya kurang tepat. Warga kampung sendiri menggunakan daya berapa sih ?," tanyanya, Jumat (16/9/2022).

Kepada Tribunjateng ia menjelaskan bahwa daya 900 VA terlalu besar bagi warga kampung. 

Terlebih, warga memasak menggunakan perkakas apa adanya, bukan menggunakan kompor listrik, oven, rice cooker, kulkas, ataupun alat lainnya menggunakan listrik.

Dari sepengetahuannya, listrik berdaya 900 VA juga tidak mendapatkan subsidi. Namun listrik berdaya 450 VA bersubsidi.

"Ini kalau saya, mending subsidi dilepas tapi daya tetap 450 VA, kalau 900 VA kan sudah tidak ada subsidi kalau pakai daya segitu itu apa engga keberatan bayarnya," katanya.

Dari pandangan kaca matanya, karakteristik warga di daerahnya sulit untuk menerima adanya kenaikan harga.

"Ini hari biasanya ya, kalau bayar lebih Rp5000 saja, dibanding bulan lalu biasanya pada ribut. Apalagi ibu-ibu bayar sambil ndremimil," katanya.

Beberapa waktu lalu, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah mengusulkan adanya pemindahan daya dari 450 VA ke 900 VA.

Menurutnya, usulan itu bagus dari sisi inisiatif dan perlu dibahas lebih lanjut dengan Komisi VII DPR dan juga dukungan Presiden Jokowi di kabinet.

Said Abdullah mangatakan daya listrik 450 VA perlu dihapus untuk penyesuaian dengan tingkat kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat. 

Namun ia menilai hal itu tidak akan dieksekusi dalam waktu dekat ini, karena membutuhkan data penerima subsidi.

Usulan penghapusan daya listrik 450 VA ini berawal dari kondisi PT PLN (Persero) yang mengalami oversupply listrik. 

Usulan tersebut juga dijawab oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghapus daya listrik pelanggan rumah tangga miskin 450 volt ampere (VA) dan mengalihkannya ke daya 900 VA.

Kementerian ESDM mencatat subsidi listrik dinikmati sebagian besar oleh seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dari sekitar 24,3 juta pelanggan 450 VA terdapat sekitar 9,5 juta yang masuk dalam DTKS. Sedangkan dari 14,8 juta pelanggan 450 VA Non DTKS. (Rad)

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 8 Pembelajaran 1 Subtema 1 Halaman 4 5 6 7 8 Praja Muda Karana

Baca juga: Rutin Jalan Kaki 2 Jam Tiap Pagi, Ganjar; Hari Ini Kita Melawan Osteoporosis

Baca juga: Prosesi Kliwonan di Taman Lele Semarang Simbol Penghormatan Untuk Leluhur 

Baca juga: Tata Kembang Stasiun Cepu Akan Diperluas, Mulai Kawasan Parkir Hingga Shelter UMKM

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved