Berita Internasional

Korban Tewas Banjir Pakistan Nyaris 1.500, 530 di Antaranya Anak-Anak

Banjir menenggelamkan sebagian besar wilayah Pakistan. Banjir telah menewaskan hampir 1.500 orang.

Shahid Saeed MIRZA / AFP
Petugas penyelamat membantu mengevakuasi orang-orang yang terkena banjir dari rumah mereka yang dilanda banjir menyusul hujan lebat di distrik Rajanpur, provinsi Punjab pada 27 Agustus 2022. - Hujan deras mengguyur sebagian besar Pakistan pada 26 Agustus setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat untuk menangani banjir monsun itu dikatakan telah mempengaruhi lebih dari 30 juta orang. 

TRIBUNJATENG.COM, ISLAMABAD - Banjir menenggelamkan sebagian besar wilayah Pakistan.

Banjir besar seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Banjir telah menewaskan hampir 1.500 orang.

Baca juga: Ratusan Ribu Warga Pakistan Dievakuasi Akibat Banjir Bandang

Dilaporkan Reuters, data hari Kamis (15/9/2022) dari pihak berwenang juga menyebut ratusan ribu orang masih tidur di atap terbuka setelah bencana.

Banjir, yang dibawa oleh rekor hujan monsun dan pencairan gletser di pegunungan utara, telah berdampak pada 33 juta orang dari populasi 220 juta.

Kendaraan melewati jalan yang banjir akibat hujan deras, di Lahore, Pakistan, Jumat, 29 Juli 2022.
Kendaraan melewati jalan yang banjir akibat hujan deras, di Lahore, Pakistan, Jumat, 29 Agustus 2022. (AP PHOTO/KM Chaudary)

Banjir juga menyapu rumah, kendaraan, tanaman dan ternak dalam kerusakan yang diperkirakan mencapai 30 miliar dollar AS.

Jumlah korban tewas mencapai 1.486, dengan sekitar 530 anak-anak di antaranya, kata Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional, saat merilis total pertama di seluruh negeri sejak 9 September.

Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat banjir di provinsi Sindh selatan, dengan banyak yang tidur di tepi jalan raya layang untuk melindungi diri dari air.

"Kami telah membeli tenda dari semua produsen yang tersedia di Pakistan," kata kepala menteri Sindh Syed Murad Ali Shah dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Namun, sepertiga dari tunawisma di Sindh bahkan tidak memiliki tenda untuk melindungi mereka dari unsur-unsur, katanya.

Selama beberapa minggu terakhir, pihak berwenang telah membangun penghalang untuk mencegah air banjir keluar dari bangunan utama seperti pembangkit listrik dan rumah.

Sementara itu, para petani yang tinggal untuk mencoba menyelamatkan ternak mereka menghadapi ancaman baru karena pakan ternak mulai habis.

 
Pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyalahkan perubahan iklim atas air yang melonjak setelah suhu musim panas yang memecahkan rekor.

Pakistan menerima 391 mm (15,4 inci) hujan, atau hampir 190 persen lebih banyak dari rata-rata 30 tahun, pada bulan Juli dan Agustus.

 
Hujan naik menjadi 466 persen untuk provinsi Sindh, salah satu daerah yang terkena dampak terburuk.

Penerbangan bantuan dari Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat tiba pada Kamis, kata kementerian luar negeri.

PBB sedang menilai kebutuhan rekonstruksi. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Banjir Pakistan: Korban Tewas Mendekati 1.500, Ratusan Ribu Orang Tidur di Tempat Terbuka"

Baca juga: Kondisi Terkini Pakistan Setelah Banjir Bandang Dahsyat Melanda, Korban Capai Lebih dari 1.000 Jiwa

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved