Berita Semarang

Setia Walisembilan Lepaskan 310 Calon Wisudawan, Zamrotun Selesaikan Pendidikan Agar Bisa Mengabdi

Zamrotun, Guru MI Sunan Kalijaga Sayung, bisa menyelesaikan studi Pendidikan Guru MI.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Zamrotun (42), Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Kalijaga Sayung Kabupaten Demak bisa menyelesaikan studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan (Setia WS) Kota Semarang.

Sebelumnya ia telah menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Komputer (S.Kom.) dan merasa latar belakang pendidikannya kurang sesuai dengan pekerjaan yang ia geluti.

"Saya ingin latar belakang pendidikan dengan pekerjaan yang saya lakoni linier," harapnya.

Dengan memiliki ijazah sebagai Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I.), Zamrotun merasa sanggup untuk berperang dengan modal lisensi sehingga sudah pantas menjadi guru.

"Biar lebih professional dalam bidang pendidikan untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia dan bisa memotivasi peserta didik agar memiliki harapan dan cita-cita yang tinggi," tambahnya pada Tribun Jateng, Kamis (15/9/2022).

Zamrotun bersama 309 orang lainnya mendapatkan pembekalan dan motivasi sebagai calon alumni pada Pelepasan Calon Wisudawan Setia WS Kota Semarang di Hotel Muria Jalan Dokter Cipto Kota Semarang.

Mereka akan diwisuda pada Selasa (21/9/2022) di Mesjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Convention Hall dan menjadi momen wisuda tatap muka dengan didampingi dua orang, setelah dua tahun lalu dilakukan wisuda dalam jaringan (daring) dan wisuda dengan satu pendamping.

Pada kesempatan yang sama, Drs. H. Muhlisin, S.E., M.Ag., M.M., berharap para lulusan Setia WS dapat berpesan dalam masyarakat.

Sebanyak 310 orang mendapatkan pembekalan dan motivasi sebagai calon alumni pada Pelepasan Calon Wisudawan Setia WS Kota Semarang di Hotel Muria Jalan Dokter Cipto Kota Semarang pada Kamis (15/9/2022).
Sebanyak 310 orang mendapatkan pembekalan dan motivasi sebagai calon alumni pada Pelepasan Calon Wisudawan Setia WS Kota Semarang di Hotel Muria Jalan Dokter Cipto Kota Semarang pada Kamis (15/9/2022). (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

Meskipun sejumlah kebijakan pemerintah terkait tenaga kependidikan beberapa waktu terakhir memicu reaksi dari masyarakat, Muhlisin, M.M., mengaku tak merasa khawatir.

"Harapan saya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun saya merasa tak perlu khawatir dengan kebijakan apapun, karena saya yakin masyarakat tetap membutuhkan sosok guru, tidak hanya pada pendidikan formal, namun juga pada pendidikan informal," terangnya.

Ia mencontohkan, saat ini lulusan tak hanya menjadi guru di sekolah bagi peserta didik usia anak, melainkan juga menjadi guru privat atau ustad dan ustadzah bagi orang dewasa, bahkan orang tua.

"Kesadaran dan kebutuhan untuk belajar ilmu agama tak lagi mengenal batasan usia memberi kesempatan bagi para lulusan untuk membagikan ilmu yang telah diperoleh,"ungkapnya.

Maka dari itu, Muhlisin, M.M., optimis dengan 310 lulusan PGMI, Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) tetap dapat melaksanakan tanggung jawabnya dan membagikan ilmu yang dimiliki.

Pada kesempatan yang sama, Muhlisin, M.M., menyatakan pihaknya menerima sekira 500 mahasiswa baru (maba) pada tahun akademik 2022/2023. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved