Astra Motor Jateng

Tetap Irit BBM dan Utamakan #Cari_Aman

bikers perlu mempertimbangkan untuk memilih moda transportasi motor yang lebih hemat sehingga nyaman digunakan

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Eco indikator Honda 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG, 15 September 2022 – Telah menjadi kabar yang hangat diperbincangkan terkait dengan naik harga dan pembatasan konsumsi bahan bakar, bikers perlu mempertimbangkan untuk memilih moda transportasi motor yang lebih hemat sehingga nyaman digunakan untuk mobilisasi sehari – hari.  

Eco indikator Honda
Eco indikator Honda (IST)

Pilihan menghemat jadi sebuah keputusan bijaksana dan cara yang paling mudah diadaptasi untuk dilakukan pada situasi ini.

Mengubah gaya berkendara agar bisa mencapai angka konsumsi bbm/liter yang irit menjadi solusinya selain mengganti kendaraan harian dengan yang lebih irit konsumsi bahan bakar.  

Poin utama berkendara irit adalah memanfaatkan setiap bahan bakar yang dirubah menjadi energi putar oleh mesin murni hanya untuk berpindah atau bergerak.

Dan bikers membiasakan diri dengan cara menjalankan motor dengan rpm serendah mungkin dan durasi waktu seminim mungkin dan berada dalam jangkauan kecepatan yang memiliki kehematan maksimal. 

Oke Desiyanto selaku Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah menyarankan agar memanfaatkan indikator irit berkendara (ECO indicator) sebagai notifikasi jika kecepatan dan bukaan gas masuk dalam jangkauan penghematan serta mengaktifkan fitur ISS (idling Stop System). 

Bikers Honda tidak perlu khawatir karena Honda memasarkan motor yang memiliki konsumsi BBM terbilang paling irit. Pada tipe bebek/cub seperti Honda Revo pemakaian BBMnya 59,8 km/liter, sedangkan untuk tipe matik seperti Honda Beat pemakaian BBMnya 60,6 km/liter.  

Angka diatas menggunakan metode pengujian ECE R40 Euro 3 dimana teknik pengujiannya dari kondisi idling, akselerasi awal, akselerasi menengah, kecepatan tinggi, menarik gas dari kecepatan 0 km/jam hingga kecepatan tertentu bahkan tertinggi 90km/jam, dan ditahan dari 8 detik hingga 20 detik dengan total pengujian 400 detik menggunakan siklus tertentu untuk menguji emisinya termasuk menampilkan konsumsi bahan bakar yang mendekati konsumsi BBM yang sesungguhnya.

Angka tersebut bahkan bisa lebih tinggi dengan gaya berkendara, kondisi yang menunjang, dan kinerja komponen yang optimal. 

Optimalkan kinerja dari bagian – bagian komponen kendaraan dan mesin yang bisa menunjang konsumsi bahan bakar irit, dimulai dari tekanan ban, pastikan ban masih memiliki kedalaman alur minimal 1 mm, kemudahan roda berputar terkait dengan bearing roda, jarak main tuas rem memastikan roda tidak seret karena tertahan kampas rem, sistem pemasukan udara yang memastikan saringan udara kondisinya tidak kotor, busi yang normal, pastikan oli – oli mesin dan transmisi rutin diganti. 

“Bikers perlu memahami cara berkendara untuk mencapai keiritan mesin dan menghindari gaya berkendara yang ugal – ugalan karena dalam berkendara saat ini selain mempertimbangkan pemakaian BBM yang irit, juga harus memikirkan gaya berkendara yang mengutamakan Cari Aman,” tutup Oke. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved