Berita Semarang

Ubah Pola Bisnis, BRIN dan Pemprov Jateng Sepakat Dorong UMKM Naik Kelas

Dukungan pemerintah untuk membuat UMKM naik kelas dinilai sudah cukup masif.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
Istimewa
Bazaar UMKM kuliner di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dukungan pemerintah untuk membuat UMKM naik kelas sudah cukup masif.

Mulai dari tersedianya ruang usaha untuk UMKM di area publik, mengharuskan pengadaan barang dan jasa pemerintah kepada UMKM, dan memberikan subsidi bunga pembiayaan usaha.

Meski begitu, menurut Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Irwanda Wisnu Wardhana, untuk membuat UMKM naik kelas tidak cukup itu saja.

Butuh dorongan dari internal atau pelakunya, agar pola bisnis yang dijalankan bisa berjalan maksimal.

"Faktor dorongan internal yang kuat yaitu dengan mengubah paradigma dan karakter dalam menjalankan bisnis. Agar UMKM dapat naik kelas atau scaling up, pelaku usaha sebaiknya memiliki tiga sikap: mau membesarkan bisnis, mau mengurus HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual), dan mau mengurus pajak," jelasnya saat Workshop dan Kajian Strategis di Kota Salatiga.

Menurut Irwanda, jika hal tersebut tidak dijalankan maka pelaku UMKM akan kesulitan untuk membangun bisnis yang lebih besar.

Maka pihaknya meminta pemerintah yang menjadi pendamping UMKM, untuk bisa mentransformasikan karakter bisnis.

"Supaya apa? Ya supaya hasilnya efektif. Inilah yang jadi tantangan pemerintah ke depan," tambahnya.

Workshop yang mengusung tema “Klaster UMKM Naik Kelas” ini, diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan peserta dari pemangku kepentingan multipihak yaitu pemerintah, akademisi, dan bisnis.

"BRIN sebagai satu-satunya institusi pemerintah pusat yang menangani urusan riset dan inovasi juga memiliki kepedulian yang sangat kuat untuk mendukung UMKM," terang IWW sapaan akrabnya.

Dalam konteks riset, BRIN sedang membangun desain model penelitian terintegrasi untuk mendukung UMKM naik kelas.

Model tersebut menggunakan pendekatan “triple helix” yang didasarkan pada interaksi antara tiga elemen.

"Yaitu universitas dan lembaga riset yang terlibat dalam penelitian dasar atau terapan, pelaku usaha atau industri yang memproduksi barang komersial, dan pemerintah yang mengatur pasar. Karena itu, kolaborasi dan kerjasama antara BRIN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pelaku usaha menjadi sangat penting untuk menciptakan model terbaik dan efektif untuk mendorong UMKM Naik Kelas," bebernya.

Menurut Irwanda, salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh UMKM untuk dapat naik kelas adalah dengan mendorong peningkatan daya saing dan produktivitas serta kemudahan akses terhadap teknologi dan inovasi.

“Hanya dengan kemitraan antar lembaga usahalah, Indonesia dapat menghindari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan mencapai status negara pendapatan tinggi di tahun 2045. Meminjam motto Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin, mari kita menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved