Berita Semarang

UPGRIS Catatkan di MURI: Pembuat Lentera Berbahan Botol Bekas Air Mineral oleh Mahasiswa Terbanyak

Universitas PGRI Semarang kembali mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) dan diterima oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., di Lapangan Kampus 4 UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang pada Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Penyerahan penghargaan MURI tersebut diterima oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., di Lapangan Kampus 4 UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang pada Jumat (16/9/2022).

Seusai menerima penghargaan, Dr. Suci menyatakan bahwa rekor kali ini merupakan pembuatan lentera berbahan botol bekas air mineral oleh mahasiswa terbanyak.

"Kami membuat kap lampu atau lentera dari botol plastik bekas sebanyak 1.955 dan semuanya dibuat oleh 3.910 mahasiswa baru (maba) UPGRIS," terangnya seusai mendapatkan penghargaan.

Meski demikian, Dr. Suci berharap, pencapaian Prestasi MURI tak hany sekadar catatan yang dibukukan oleh lembaga pencatatan rekor, melainkan ia ingin mengajak mahasiswa menjadi lebih peka terhadap kondisi lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) dan diterima oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., di Lapangan Kampus 4 UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang pada Jumat (16/9/2022).
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) dan diterima oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., di Lapangan Kampus 4 UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang pada Jumat (16/9/2022). (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

Pihaknya pun mengajak mahasiswa agar bisa menginisiasi mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Kampus ingin mahasiswa lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah," sebutnya.

Karya yang dihasilkan ini sekaligus bisa menjadi solusi di lingkup masyarakat berkaitan dengan persoalan sampah.

Karya berupa lentera tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar dan sejumlah sekolah.

Dia berharap, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat, untuk selanjutnya dikembangkan hingga menjadi barang yang punya nilai ekonomi.

"Saya kira ini bisa menjawab persoalan atau solusi yang diberikan mahasiswa berkenaan dengan isu lingkungan. Harapannya bisa diikuti oleh masyarakat," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang apresiasi prestasi sekaligus kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa UPGRIS.

"Catatan ini sesuatu yang luar biasa di tengah isu atau persoalan lingkungan, khususnya sampah," tutur wanita yang akrab disapa Mba Ita.

Ia pun berharap kreativitas itu tidak berhenti atau terus berlanjut dengan menghadirkan inovasi-inovasi lain, yang punya nilai manfaat untuk masyarakat. 

"Mahasiswa harus bisa memberikan contoh yang positif dan inspiratif," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved