Pembunuhan PNS Kota Semarang

Kesaksian Terakhir Iwan Budi, PNS Bappenda Kota Semarang Saksi Korupsi Sebelum Ditemukan Tewas

Iwan Budi, PNS Bapenda Kota Semarang yang ditemukan tewas di marina ternyata sempat memberikan kesaksian kepada polisi.

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Mochi anjing kesayangan Iwan Budi mengendus potongan tubuh yang ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Iwan Budi, PNS Bapenda Kota Semarang yang ditemukan tewas di marina ternyata sempat memberikan kesaksian kepada polisi.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy menyebut korban sempat memberikan keterangan lisan kepada polisi sebelum dinyatakan hilang.

Melalui keterangan lisan Iwan Budi menjelaskan soal anggaran sertifikasi tanah yang tak lengkap.

Baca juga: Istri Iwan Budi Sebut Ada 1 Barang di TKP yang Bukan Milik Suaminya: Tolong Kawal Terus Kasus Ini

Baca juga: Sebelum Tewas, Iwan Budi Hadapi Dugaan Kasus Korupsi 2010-2015, Siapa Terlibat?

Baca juga: FAKTA BARU Kasus Iwan Budi PNS Bapedda yang Dibunuh : Sang Istri Tanyakan Laptop di TKP Milik Siapa?

"Didapat keterangan lisan dari saudara Iwan Boedi proses pensertifikatan tahun 2010," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/2022).

Menurut keterangan Iwan, lanjut Iqbal, tidak terserapnya seluruh anggaran pensertifikatan tersebut disebabkan oleh alasan teknis.

"Yang bersangkutan juga bersedia memberikan keterangan," kata dia.

Dia menjelaskan duduk perkara Iwan Boedi dipanggil kepolisian terkait dugaan kasus korupsi.

Menurutnya, paada  tanggal 5 April 2020 lalu ada aduan dari Aliansi Masyarakat Kota Semarang soal dugaan korupsi.

"Aduan tersebut soal dugaan korupsi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang," paparnya.

Kasus tersebut terkait kegiatan pensertifikatan tanah fasum, fasos, dan utility dari PT KAL kepada Pemerintah Kota Semarang sebanyak delapan bidang.

"Tanah tersebut bertempat di Kecamatan Mijen, Kota Semarang," imbuhnya.

Status penanganan aduan masyarakat adalah pengumpulan bahan keterangan dalam rangka lidik.

Penyelidik telah melakukan pengumpulan bahan keterangan dan klarifikasi.

Baca juga: Rekayasa Pemuda Babak Belur Buat Laporan Palsu Dibongkar Polisi, Alasannya Karena Malu

Baca juga: Jadwal Liga Inggris Wolves Vs Man City, Tottenham Vs Leicester Main, Chelsea Vs Liverpool Ditunda

Baca juga: BPCB Masih Selidiki Kasus Pembongkaran Benteng Dalem Patih Singopuran Sukoharjo

"Ada lebih dari dua orang, sejak akhir 2021 dan 2022 ini yang sudah dimintai keterangan dan klarifikasi," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved