Berita Batang

Begini Ekspresi Ceria 18 Anak Penyitas Thalasemia Ikut Outbound di Pagilaran Batang

para penyintas thalasemia harus menjalani transfusi darah setiap dua minggu hingga sebulan sekali, dan berlangsung sepanjang hidup.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Belasan anak penyintas thalasemia sedang mengikuti outbond di Kebun Teh Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (18/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Berbagai ekspresi keceriaan terpancar dari raut wajah belasan anak penyintas thalasemia saat mengikuti outbond di Kebun Teh Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (18/9/2022).

Mereka pun antusias dan semangat mengikuti berbagai games.

Perlu diketahui, thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. 

Baca juga: Tak Hanya Layangkan Somasi, Investor Lokal Laporkan Manajemen KIT Batang ke Menteri hingga Presiden

Baca juga: Galian C Ilegal Dihentikan, Kepala DLH Batang: Masyarakat Bisa Manfaatkan untuk Lahan Tanam

Mereka tergabung dalam Forum Pejuang Thalasemia dengan total ada 18 anak di Kabupaten Batang sebagai penyintas. 

Dokter spesialis anak RSUD Kalisari Batang, dr Tan Evi Susanti mengatakan, diadakannya kegiatan ini tak lain untuk memberikan semangat bagi penderita thalasemia.

"Kegiatan ini sebagai bentuk peringatan Hari Thalasemia yang baru bisa dilaksanakan karena pandemi, Thalasemia jatuh setiap 8 Mei."

"Selain memberikan semangat, juga untuk refreshing para penyintas thalassemia."

Belasan anak penyintas thalasemia sedang mengikuti outbond di Kebun Teh Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (18/9/2022).
Belasan anak penyintas thalasemia sedang mengikuti outbond di Kebun Teh Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (18/9/2022). (TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI)

"Karena kasihan mereka rutinitas sehari-harinya hanya transfusi," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (18/9/2022).

Lebih lanjut, dikatakan dr Tan Evi, para penyintas thalasemia harus menjalani transfusi darah setiap dua minggu hingga sebulan sekali, dan berlangsung sepanjang hidup. 

Kegiatan itu juga diisi dengan pemberian semangat dan pengetahuan untuk para penyintas serta orangtua.

Dia juga mengingatkan para penyintas harus tetap rutin mengonsumsi obat klasi besi. 

"Lalu, mereka diedukasi untuk mencari pasangan yang nantinya sehat dan tidak ada thalasemia, anak thalasemia juga bisa berprestasi, bahkan di Batang ada yang menjadi dokter," imbuhnya. 

Baca juga: Siapkan Dashboard Analytic, Diskominfo Batang Serius Dukung Program Satu Data Indonesia

Baca juga: Dialog Penguatan Moderasi Beragama, Membentuk Karakter Generasi Moderat Pelajar Batang 

dr Evi mengatakan, keberadaan komunitas bisa membantu merangkul anak-anak yang kurang percaya diri. 

"Para orangtua juga bisa saling sharing dalam komunitas sehingga tidak merasa sendiri," imbuhnya.

Orangtua penyintas, Dian Widyastuti mengatakan, dengan adanya Forum Pejuang Thalasemia sangat membantu, bisa berbagi informasi, suka duka, dan tidak merasa sendiri.

Dikatakannya, thalasemia bukan penyakit tapi kelainan genetik.

Harapannya sebagai orangtua, ada penelitian lebih lanjut tentang obat atau hal baru terkait pengobatan Thalasemia. 

"Kami juga berharap ada sosialisasi tentang thalasemia untuk masyarakat."

"Misalnya perlu screening khusus pada pasangan yang akan menikah, terkait ada tidaknya bibit genetik pembawa thalasemia, dan lain sebagainya," pungkasnya. (*)

Baca juga: Banjir Kartu Laga Perdana Liga 3 Jateng, Persiku Kudus Vs PSDB United Demak, Hasil Akhir Imbang 1-1

Baca juga: Sejuta Lembar Saham Bos BCA Dijual, Hasilnya Nyaris Dapat Rp 9 Miliar

Baca juga: Kejurnas Piala Telomoyo VI Ditutup, Taj Yasin: Potensi Besar Sport Tourism di Kabupaten Semarang

Baca juga: Pengakuan MAH Pria Madiun Ditetapkan Tersangka Kasus Hacker Bjorka, Jual Akun Seharga 100 Dollar AS

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved