Berita Semarang

Jangan Sampai Kasus Tenggelam, Permintaan Istri Pegawai Bapenda Kota Semarang yang Tewas Dibunuh

Iwan Budi ditemukan tewas dengan kondisi terbakar dan beberapa bagian tubuh hilang di kawasan Pantai Marina Semarang.

Editor: deni setiawan
Rahdyan Trijoko Pamungkas
Istri Iwan Budi, Theresia Onee Anggarawati mencurahkan isi hatinya paska diumumkan hasil tes DNA yang identik dengan jenazah terbakar di pantai Marina Semarang, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Theresia Onee Anggarawati tak ingin kasus tewasnya sang suami kandas begitu saja.

Istri dari Iwan Budi, pegawai Bapenda Kota Semarang yang tewas dibunuh secara keji tersebut inginkan pelaku dapat tertangkap secepatnya.

Dia berharap pihak kepolisian tak membiarkan kasus tersebut menjadi tenggelam, pelaku tak tertangkap.

Baca juga: Kesaksian Terakhir Iwan Budi, PNS Bappenda Kota Semarang Saksi Korupsi Sebelum Ditemukan Tewas

Kasus kematian pegawai Bapenda Kota Semarang, Iwan Budi membuat keluarganya terpukul.

Iwan Budi ditemukan tewas dengan kondisi terbakar dan beberapa bagian tubuh hilang di kawasan Pantai Marina Semarang.

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga bahwa korban telah dibunuh.

Istri Iwan Budi, Theresia Onee Anggarawati (48) tak menyangka suaminya tersebut tewas dengan kondisi mengenaskan.

Sebab, suaminya dikenal sebagai sosok yang baik.

"Saya percaya Mas Iwan orang baik, banyak orang yang mendukung beliau."

"Sampai sekarang banyak yang bersimpati," kata dia seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (18/9/2022).

Sebagai masyarakat kecil, pihaknya berharap agar kasus pembunuhan itu segera terungkap.

"Kami itu orang kecil, jangan sampai kasus ini tenggelam," ungkap dia.

Dia meminta kepada kepolisian untuk segera menangkap pelaku yang membunuh suaminya tersebut.

"Tolong kawal terus masalah ini sampai selesai, tidak ada represif dari mana pun," ujar dia.

Anjing kesayangan Iwan Budi, Mochi dihadirkan untuk mencari potongan tubuh yang belum ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022).
Anjing kesayangan Iwan Budi, Mochi dihadirkan untuk mencari potongan tubuh yang belum ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022). (Tribun Jateng/ Rahdyan)

Baca juga: Sebelum Tewas, Iwan Budi Hadapi Dugaan Kasus Korupsi 2010-2015, Siapa Terlibat?

Baca juga: Istri Iwan Budi Sebut Ada 1 Barang di TKP yang Bukan Milik Suaminya: Tolong Kawal Terus Kasus Ini

Wadah Perlindungan Saksi

Sehari sebelum ditemukan tewas, seharusnya Iwan Budi menghadiri pemanggilan sebagai saksi kasus korupsi atas dugaan penyalahgunaan aset di BPKAD Kota Semarang senilai Rp 3 miliar.

Pihaknya menyayangkan tidak adanya perlindungan terhadap suaminya saat dipanggil menjadi saksi kasus korupsi.

"Saya tidak minta pun harusnya ada (perlindungan)," ucap dia.

Menurutnya, seharusnya ada wadah untuk melindungi keselamatan para saksi dan keluarganya.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian seperti yang dialami oleh suaminya tersebut terluang kembali.

"Kalau itu betul dia (Iwan) menjadi saksi tolong ada wadah untuk melindungi saksi."

"Cukup pak Iwan yang menjadi korban."

"Keluarga korban saya rasa juga harus ada perlindungan," ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya juga belum mendapatkan kepastian terkait kapan jenazah suaminya diantar kepada pihak keluarga.

"Mungkin polisi masih mencari bagian-bagian yang hilang," ujar dia.

Iwan Budi dan kondisi motor hangus terbakar.
Iwan Budi dan kondisi motor hangus terbakar. (istimewa)

Baca juga: FAKTA BARU Kasus Iwan Budi PNS Bapedda yang Dibunuh : Sang Istri Tanyakan Laptop di TKP Milik Siapa?

Laptop Bukan Milik Korban

Namun, dia justru mempertanyakan adanya temuan laptop di lokasi kejadian penemuan jasad suaminya.

Dia meyakini laptop tersebut bukan milik suaminya.

Sebab, dia memastikan tidak ada barang-barang yang dibawa suaminya hilang.

"Ada laptop yang ditemukan."

"Namun itu bukan milik suami saya."

"Karena laptopnya ada di rumah," jelas dia.

Seperti diketahui, pegawai Bapenda Kota Semarang itu ditemukan tewas terbakar dan beberapa bagian tubuh hilang di kawasan Pantai Marina Semarang pada Kamis (8/9/2022).

Dari hasil pemeriksaan DNA, jasad tersebut dipastikan Iwan Budi (51) yang dilaporkan hilang pada Rabu (24/8/2022).

Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus kematian Iwan Budi yang diduga karena dibunuh. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul Keinginan Istri Pegawai Bapenda Semarang, Usut Tuntas Kasus Pembunuhan hingga Minta Ada Perlindungan Saksi Korupsi

Baca juga: Kisah Mami Bikin Tas Rajut Limbah Plastik, Warga Kalioso Sragen Ini Belajar dari Youtube

Baca juga: Sejuta Lembar Saham Bos BCA Dijual, Hasilnya Nyaris Dapat Rp 9 Miliar

Baca juga: Banjir Kartu Laga Perdana Liga 3 Jateng, Persiku Kudus Vs PSDB United Demak, Hasil Akhir Imbang 1-1

Baca juga: Begini Ekspresi Ceria 18 Anak Penyitas Thalasemia Ikut Outbound di Pagilaran Batang

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved