Berita Semarang

Punya 120 Ribu Alat Ukur, Kota Semarang Targetkan Bisa Masuk Daerah Tertib Ukur

Lindungi pembeli dan penjual, Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan ibu kota Jawa Tengah bisa menjadi daerah tertib ukur.

TRIBUNJATENG/Eka Yulianti Fajlin
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan ibu kota Jawa Tengah bisa menjadi daerah tertib ukur.

Tertib ukur ini sebagai upaya perlindungan baik kepada pembeli maupun penjual. 

Kepala UPTD Metrologi Legal Dinas Perdagangan Kota Semarang, Edi Subeno menyampaikan, perlu ada komitmen bersama untuk mewujudkan daerah tertib ukur baik pemilik, pemakai, maupun pengusaha alat ukur.

Pihaknya mendorong peningkatan kesadaran melalui berbagai edukasi.

Tera ulang wajib dilakukan oleh setiap pengusaha di Kota Semarang. 

Baca juga: Ngaku Petugas Metrologi, Pemuda di Sukoharjo Palsukan Cap Tanda Tera Timbangan

Tidak hanya melakukan pelayanan di kantor, pihaknya jemput bola ke pasar-pasar untuk melaksanakan sidang tera ulang.

Selain itu, UPTD Metrologi juga jemput bola ke perusahaan-perusahaan agar mereka tertib melakukan tera ulang

"Pemakaian alat ukur tiap tahun bertambah. Rata-rata ditera ulang setahun sekali. Ada 120 ribu alat ukur di Semarang. Pada 2021, capaian kami sekitar 100 ribuan alat yang sudah kami tera atau sekitar 80 persen," jelas Edi, Minggu (18/9/2022). 

Edi menyebutkan, alat yang harus dilakukan tera ulang antara lain timbangan setiap satu tahun sekali, dispenser SPBU setiap satu tahun sekali, tanki mobil BBM setiap dua tahun sekali. 

Kemudian, meter air rumah tangga setiap lima tahun sekali, KWH meter setiap 10 atau 15 tahun sekali. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved