Berita Kajen

Resmikan Pasar Kedungwuni, Fadia Arafiq Siapkan E-Retribusi Mencegah Pungli

Pemakai lapak Pasar Kedungwuni berjumlah 1.912 orang pedagang dengan rincian pedagang tetap 885 orang dan pedagang eceran 1.027 orang.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memukul gong pada peresmian Pasar Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pasar Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan resmi diluncurkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Minggu (18/9/2022).

"Alhamdulillah, peresmian Pasar Kedungwuni yang dinantikan oleh para pedagang akhirnya bisa berjalan dengan baik. Tinggal, kita menunggu proses pengundian saja dan itu dijalankan oleh dinas setempat," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kepada Tribunjateng.com.

Kemudian, pihaknya akan bikin aturan untuk bebaskan Pasar Kedungwuni dari pungutan liar yaitu dengan menerapkan E-retribusi dan menggandeng Bank Jateng.

Soal pengelolaan pasar, pihaknya juga menggandeng Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). 

"Selama ini yang terjadi, yang diminta dari pedagang berapa, yang disetorkan berapa. Jadi, dengan adanya E-retribusi semuanya transparan dan tidak ada pungli," imbuhnya.

Baca juga: Bupati Fadia Arafiq Kenalkan Batik Saat Kajen Fashion Week

Pihaknya juga meminta agar pedagang untuk tertib dan sesuai dengan blok jualannya.

"Jika jualnya pakaian ya blok itu harus semua pakaian. lalu, kalau makanan ya di blok makanan. Jadi, tidak ada lagi pedagang yang ada diluar blok pasar," ucapnya.

Ketua APPSI Kabupaten Pekalongan Mochtarudin Ashraff Abu mengatakan, pihaknya siap mengawal pengundian los dan kios di Pasar Kedungwuni.

"Saya pastikan tak ada pedagang titipan yang menggeser posisi pedagang lama. 

"Seperti yang dikatakan Bupati, kami juga tak mau banyak paguyuban yang tidak jelas. Kami yang akan kawal dan amankan," katanya.

Baca juga: Pisah Sambut Kajari Kabupaten Pekalongan, Ini Kata Bupati Fadia Arafiq

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro menyampaikan, bahwa pembangunan Pasar Kedungwuni telah dimulai sejak tahun 2016 hingga tahun 2021," kata dia.

"Dimulai dengan pembangunan Blok B atau pasar unggas hingga selesai sejumlah 10 blok beserta sarana dan prasarana pendukungnya dengan total anggaran mencapai Rp 71 Miliar rupiah.

"Jumlah pedagang Pasar Kedungwuni ada 1.934 pedagang," ujarnya.

"Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pekalongan ditetapkan skala prioritas pedagang calon pemakai lapak Pasar Kedungwuni berjumlah 1.912 orang pedagang dengan rincian pedagang tetap 885 orang dan pedagang eceran 1.027 orang," ucapnya.

Wahyu menuturkan, pengundian lapak Pasar Kedungwuni nantinya akan dilaksanakan secara bertahap untuk masing-masing blok. Dimulai tanggal 19 sampai 28 September 2022 atau 10 hari.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved