Berita Kajen

Rizal Bawazier Harapkan Peningkatan Suara, 80 Kursi Jadi Target

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan perolehan 80 kursi DPR RI melalui Pemilu 2024 mendatang. 

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Indra Dwi Purnomo
Rizal Bawazier, anggota Dewan Pakar PKS saat memberikan sambutan dalam seminar bertajuk 'Apel Siaga Pemenangan Pemilu 2024', di rumah makan kampung damai, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/9/2022).   

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan perolehan 80 kursi DPR RI melalui Pemilu 2024 mendatang. 

Misi besar ini hanya akan dapat dicapai, antara lain dengan 'Pelurusan' image atau penilaian masyarakat terhadap PKS, dan juga program-program yang secara konsisten bertujuan membela kepentingan rakyat.

Hal tersebut disampaikan Rizal Bawazier, anggota Dewan Pakar PKS dalam seminar bertajuk 'Apel Siaga Pemenangan Pemilu 2024', di rumah makan kampung damai, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/9/2022).

"Di tiap-tiap DPD ada acara para kader, untuk pemenangan Pemilu 2024. Dari situ kita harus melihat masukkan -masukkan dari para kader," kata Rizal Bawazier.

Baca juga: PKS Minta Pemkot Tidak Bebani Masyarakat dengan Kenaikan Pajak

Rizal mengungkapkan, pada Pemilu 2019 lalu PKS hanya mampu menempati urutan ke-7 dengan total perolehan suara hampir 11,5 juta suara atau sebanyak 8,21 persen. 

Berbekal perolehan suara tersebut, PKS hanya bisa menduduki 50 kursi di DPR RI. 

"Kita harus menambah perolehan suara sekaligus kursi DPR RI. Target kita 80 kursi. Caranya, dengan membereskan dua hal tadi. Pertama, luruskan pandangan negatif masyarakat terhadap PKS, dan kedua, konsisten dengan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat," ungkapnya. 

Rizal bakal maju sebagai caleg (calon legislatif) DPR RI dari dapil (daerah pemilihan) Jawa Tengah X, yang meliputi Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang. 

Ia mengingatkan, sudah sejak lama pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab sengaja menghembuskan isu-isu negatif dan fitnah terhadap PKS.

"Buzzer-buzzer dan haters bilang PKS itu radikal, Islam garis keras, anti-NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), pro-khilafah, dan sebagainya. Itu karena mereka buzzer-buzzer itu sudah kehabisan akal untuk membendung kecintaan rakyat pada PKS," imbuhnya.

Namun Rizal yakin, dengan kerja dan karya nyata para kader PKS, masyarakat akan sadar dan paham bahwa isu-isu negatif dan fitnah tersebut tidak layak untuk dipercaya. 

"Masyarakat sudah kebal, sudah tidak mempan dengan fitnah-fitnah murahan seperti itu," ucapnya.

Selain itu juga, pihaknya berpesan kepada DPD PKS Kabupaten Pekalongan pada pemilu 2024 untuk tidak menyerah dan lebih mempunyai motivasi.

"Oleh karena itu, kita semua berkumpul dengan semua kader di Kabupaten Pekalongan untuk mendiskusikan hal itu. Misalnya, ada micro targeting tujuannya agar PKS mendulang suara lebih banyak," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved