Berita Semarang

Waspada Lapak Togel Buka Lagi, Muhammadiyah Galang Pengawasan Ketua RT RW

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah AM Jumai menggalang ketua RT dan RW di Kota Semarang untuk ikut aktif

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Warung togel yang memilih tiarap dengan menutup warungnya menyusul 

Kapolri ,Kapolda hingga Kapolres harus tetap memberantas penyakit masyarakat terutama judi.

Hal itu demi menjaga kepercayaan publik kepada kepolisian maka segala bentuk intruksi atau perintah Kapolri terkait pemberantasan perjudian harus dikawal hingga tuntas 

"Pemberantasan judi adalah hal yang harus ditindaklanjuti hingga sampai tingkat bawah," katanya.

Terpisah, Pakar Kriminologi Universitas Diponegoro Budi Wicaksono mengatakan, judi togel selayaknya judi lain akan tetap dapat beroperasi lagi di kota Semarang lantaran proses melakukannya sangat sederhana dan mudah baik skala besar maupun kecil.


Sebab konon judi seperti juga pelacuran sudah ada sejak adanya masyarakat, dan itu juga sudah terbukti di mana pun sampai saat ini. 

Memang jika semua anggota masyarakatnya yang di Semarang menghendaki bisa dicegah kemunculannya.

"Meskipun saat ini mekanisme dan sistem pencegahannya lebih banyak diserahkan kepada Polri," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

Kendati demikian, pihaknya pernah meneliti  dari data proses sejarah banyak ketidakberhasilannya juga dan ini pun sudah pasti jadi terkait dengan kinerja Polrinya tersebut.

Masyarakat sudah mahfum jika pemberantasan dengan penggerebegan judi sabung ayam misalnya, hampir selalu gagal karena tindakan tersebut sudah dibocorkan dulu oleh orang dalam dengan cara dan konteks apapun.

Ia mencontohkan, dahulu di Semarang ada tempat untuk judi yang di depan orang naik turun bus dari dan keluar kota. 

"Saya laporkan hal itu supaya ditutup, kepada Kapolrestabes waktu itu, yang kebetulan saya kenal sangat baik dan kalau tidak salah juga mantan taruna saya di awal-awal berdirinya Akpol. Namun setelah itu ternyata judi itu tetap ada atau berjalan," katanya.

Selepas ditelusuri,  ternyata fungsi-fungsi  tertentu di Polrestabes dan bahkan ke Polsek setempat, ternyata tidak pernah ada instruksi dari atas atau Kapolrestabes untuk menutupnya. 

Sementara itu togel sempat berhenti di Jateng ketika Kapoldanya kalau tidak salah Chairul Rasyid, yang sebelumnya pernah menjabat Wagub Akpol. 

Dalam berbagai kesempatan  Chairul Rasyid ketika itu menyatakan judi atau togel hilang lantaran tidak mau menerima setoran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved