Berita Kudus

163 Pedagang Menolak Rencana Pembangunan Sisi Depan Pasar Babalan

Sedikitnya 163 pedagang dari total 700 pedagang yang menolak pembuatan kios di Pasar Babalan.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti menanggapi adanya permasalahan penolakan pembuatan kios di Pasar Babalan, Desa Kalirejo, Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti menanggapi adanya permasalahan penolakan pembuatan kios di sisi depan Pasar Babalan, Desa Kalirejo, Kudus.

Selain itu, pihaknya juga telah menerima aduan dari pedagang yang meminta pembatalan kios.

Hal itu ia terima saat beraudiensi secara langsung pada Senin (19/9/2022) di Balai Desa Kalirejo.

"Ada 163 pedagang yang menolak, sedangkan total dari pedagang di pasar tersebut hingga 700," katanya.

Baca juga: Pedagang Pasar Karangayu Semarang: Cabai Rawit Merah Saat Ini Harganya Rp 70 Ribu

Jumlah tersebut masih belum bisa untuk menentukan pembatalan, jika pedagang yang tidak setuju berjumlah lebih dari 50 persen maka pembangunan akan dibatalkan.

"Mau dibatalkan atau dialihkan saya harus laporan dulu kepimpinan saya. Harus dipastikan berapa yang menolak," ucapnya.

Pembangunan berupa penambahan 16 kios di lokasi depan pasar atau bagian timur.

Namun pembangunan tersebut meresahkan sebagian pedagang.

Mereka menilai, jika kios pada sisi depan dibangun, pedagang berspekulasi akan terjadi kesetimpangan pendapatan antara pedagang sisi timur dan barat.

Dari jumlah sementara, pedagang yang menolak sekitar 163 pedagang

Jumlah tersebut dikatakan oleh Ambyah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Babalan Kalirejo.

"Itu yang menolak adanya pembangunan kios yang di depan, karena waktunya mendadak pada hari Minggu kemarin diberitahu kalau ada audiensi dengan dinas, seketika kami minta tanda tangan pedagang yang nolak," ucapnya, usai menghadiri audiensi di Balai Desa Kalirejo.

Pria yang kesehariannya berjualan plastik itu mengharapkan, dari pada menambah kios baru pada bagian timur, sebaiknya dialihkan ke revitalisasi pasar.

"Kita menolak dengan adanya kios baru. Kami harapkan revitalisasi dialihkan ke sarpras lain, mungkin untuk saluran irigasinya dan sebagainya," jelasnya.

Menurut Ambyah, pengalihan tersebut lebih tepat dan dibutuhkan oleh para pedagang, mengingat kondisi pasar yang sering banjir saat hujan.

Apalagi, kios pada sisi barat juga masih banyak yang kosong, dari 16 yang dibangun hanya terisi 5 kios saja. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved