Berita Ungaran

BPS Siapkan 1.425 Petugas Untuk Pendataan Sosial Ekonomi di Kabupaten Semarang

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang tengah menyiapkan 1.425 petugas untuk melakukan pendataan registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 2022.

dok Diskominfo Kabupaten Semarang
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha bersama Kepala BPS Kabupaten Semarang memberikan keterangannya seusai rapat koordinasi pelaksanaan pendataan Regsosek 2022 di Abimantrana Ballroom, The Wujil Resort, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang kini tengah menyiapkan 1.425 petugas untuk melakukan pendataan registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 2022.

Regsosek tersebut bertujuan untuk membangun sistem basis data kependudukan terpadu.

Sistem tersebut memuat informasi profil dan kondisi sosial ekonomi penduduk di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Data yang ditampilkan terkoneksi dengan basis data lain seperti catatan sipil, kesehatan, tenaga kerja dan kondisi demografi lainnya dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). 

Baca juga: 1.807 Pendaftar Ikut Seleksi Petugas Lapangan Regsosek BPS Batang

Berdasarkan penuturan Kepala BPS Kabupaten Semarang, Sri Wiyadi dari keterangan tertulis Diskominfo Kabupaten Semarang, nantinya basis data itu akan dapat menyelesaikan persoalan tumpang tindih data sektoral yang selama ini menjadi polemik di masyarakat.

“Terutama yang terkait dengan data penerima bantuan dan jaminan sosial,” ujarnya saat rapat koordinasi pelaksanaan pendataan Regsosek 2022 di Abimantrana Ballroom, The Wujil Resort, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Senin (19/9/2022).

Disebutkan Sri, pihaknya menyiapkan sebanyak 1.425 petugas yang akan melakukan pendataan kondisi sosial ekonomi warga secara door to door. 

Sebelumnya, BPS Kabupaten Semarang akan memberikan pelatihan untuk para petugas.

“Pendataan akan dilakukan selama sebulan mulai 15 Oktober 2022 mendatang.

Sebelumnya, pelatihan petugas pendataan akan dilaksanakan mulai 25 September sampai 13 Oktober 2022 secara bergelombang.

Pelatihan dilakukan secara intensif dan akan terbagi sekitar sebelas kelas.

Masing-masing kelas akan menjalani pelatihan selama dua hari agar dapat memahami konsep dan definisi pendataan dengan baik,” imbuhnya.

Sri melanjutkan, BPS Kabupaten Semarang juga menyiapkan 359 petugas pemeriksa guna menjamin mutu data yang diperoleh.

Selain itu, terdapat juga sebanyak 38 petugas koordinator di tingkat kecamatan.

Pada Semester II tahun 2023, lanjut Sri, basis data terpadu itu diharapkannya dapat terwujud. 

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang juga menghadiri acara rapat itu mengatakan, basis data terpadu itu akan dinantikan oleh pemerintah daerah.

“Dengan data yang valid maka bantuan sosial dari pemerintah bisa tepat sasaran.

Sehingga benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved