Fokus

Fokus: Saatnya Benahi Penyimpanan Data

KEMUNCULAN hacker yang memakai nama Bjorka cukup menghebohkan Indonesia. Pasalnya, Bjorka mampu mengacak-acak sejumlah data penting lembaga maupun pej

Penulis: rustam aji | Editor: m nur huda
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
RUSTAM AJI wartawan Tribun Jateng 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Rustam Aji

TRIBUNJATENG.COM - KEMUNCULAN hacker yang memakai nama Bjorka cukup menghebohkan Indonesia. Pasalnya, Bjorka mampu mengacak-acak sejumlah data penting lembaga maupun pejabat di Indonesia. Sepak terjangnya cukup merepotkan.

Bahkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) seolah tidak bisa berkutik dibuatnya, hingga kemudian pemerintah terpaksa harus membentuk tim khusus untuk memburu Bjorka.

Apa yang dilakukan oleh Bjorka harusnya memang menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Tidak bias dianggap remeh. Bagaimana tidak, selama beberapa bulan terakhir, Bjorka mampu mengacak-acak data penting. Sebut saja di antaranya, 91 juta data pelanggan tokopedia dibobol April 2020, diunggaah 19 Agustus 2022; 270 juta data pengguna WhatsApp dibuka 20 agustus 2022.

Data itu ddibobol Juni 2020; 26 juta data pelanggan Indihome, diunggah pada 20 Agustus 2022; 105 juta data kependudukan dari KPU, diunggah 6 September 2022; 1,3 miliar data registrasi sim card dibobol dari Kominfo, diunggah pada 31 Agustus 2022; data surat-surat untuk Jokowi, termasuk dari BIN periode 2019-2021, diunggah 9 September 2022; serta data-data sejumlah pejabat publik, seperti Menteri Komindi Johny G Plate, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketum PSSI Mochammad Iriawan, Ketum PKB Muhaimin Iskandar , Menkopolhukam Mahfud MD, aktivisi politik dan media social Denny Siregar dan Abu Janda, berhasil dibuka ke publik.

Keberadaan hacker Bjorka hingga kini masih misteri, belum bsis dilacak. Kondisi ini jelas cukup memprihatinkan, karena pemerintah yang memiliki perangkat lengkap dan canggih tidak mampu melacak Bjorka. Artinya ini ada problem di sumberdaya manusia.

Meski pada sisi lain tim khusus mampu menangkap Pemuda asal Madiun, Jawa Timur, Muhammad Agung Hidayatullah atau MAH (21), yang dianggap “berafiliasi”dengan Bjorka dalam melakukan peretasan, namun tetap saja tabir siapa Bjorka, belum terungkap. Dalam kasus ini Agung mengakui dirinya adalah pembuat channel Telegram Bjorkanism, dan kemudian menjual channel itu kepada Bjorka langsung sebesar 100 dollar. Hal itu yang kemudian diduga jadi dasar polisi menetapkannya sebagai tersangka.

Terlepas dari keberhasilan membekuk MAH, namun harus diakui bahwa sepak terjang Bjorka yang seolah mengejek kemampuan teknologi pemerintah dalam melindungi data warganya, harus jadi bahan instrospeksi bagi BSSN dan Kemkominfo maupun Badan Intelijen Negara (BIN).

Tanpa kemanpuan SDM di bidang IT yang mampuni, niscaya data warga sangat rawan di-hack.

Saat ini baru menghadapi Bjorka saja sudah kerepotan, bagaimana kalau kemudian muncul hacker yang lebih pintar dari Bjorka? Pastinya akan lebih merepotkan lagi.

Tampaknya apa yang dilakukan oleh Bjorka belakangan ini, harus dijadikan bahan instrospeknya bagi BSSN, Kemkominfo, dan BIN untuk membuat keamanan yang lebih canggih lagi sehingga data warga yang tersimpan selama ini tidak lagi bisa dibobol oleh hacker. Memang tidak ada jaminan tidak bisa dibobol, tetapi setidaknya dengan membuat pengamanan ciber yang lebih canggih, aksi semacam Bjorka dapat diminimalisir.

Yang juga tidak kalah penting tentu saja mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi. Dengan banyaknya data yang berhasil dijebol oleh hacker, artinya kemampuan teknologi informasi yang ada masih perlu ditingkatnya. Mereka yang terlibat dalam pengamanan data juga harus orang-orang yang dapat dipercaya untuk menjaga kerahasiaan. Sebab, itu terkait keamanan kerahasiaan negara, maka pengamanannya pun harus betul-betul bebas dari pengkhianatan ‘orang dalam’ dan hacker.

Tanpa itu semua, mustahil pemerintah mampu melindungi data warganya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved