Berita Semarang
Kadishub Kota Semarang Ungkap Alasan Kenapa Masih Ada Bus Trans Semarang yang Berasap Tebal
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, ada 248 unit armada Trans Semarang yang dikelola untuk pelayanan masyarakat
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berkomitmen meningkatkan pelayanan Trans Semarang.
Sejumlah keluhan atau aduan masyarakat terkait pelayanan transportasi umum milik Pemerintah Kota Semarang tersebut diupayakan langsung diatasi.
Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, ada 248 unit armada Trans Semarang yang dikelola untuk pelayanan masyarakat.
Aduan masyarakat terutama terkait pelayanan Trans Semarang menjadi prioritas perhatian Dishub.
Baca juga: Beredar Hoax Putusan MA Soal Kawasan Kebondalem Purwokerto, Bupati Husein: Tunggu Saja Saatnya Tiba
Baca juga: Aksi Pencurian Kotak Amal di Sukoharjo Terekam CCTV, Diangkut Pakai Motor Bertiga
Pihaknya terbuka dengan aduan yang datang dari berbagai kanal, misalnya laporan terkait supir BRT yang ugal-ugalan hingga masih dijumpai asap tebal yang menganggu masyarakat.
"Sopir ugal-ugalan kalau terbukti kami beri sanksi mulai dari teguran sampai pemberhentian," sebut Endro, saat memepringati Hari Perhubungan Nasional, di kantor Dishub Kota Semarang, Senin (19/9/2022).
Terkait asap tebal yang masih dijumpai di sejumlah armada Trana Semarang, dia mengakui, hal itu memang masih terjadi.
Pasalnya, belum seluruhnya armada memakai konverter gas.
Saat ini baru 95 persen armada yang menggunakan konverter gas.
"Belum semua bisa tergantikan konverter gas. Akhir tahun ini kami upayakan 100 persen pakai konverter gas. Jadi, pelayanan, kepuasan masyarakat, jadi prioritas kami," tandasnya.
Selain meningkatkan pelayanan di bidang transportasi umum, Endro menambahkan, Dishub memiliki andil untuk menciptakan kelancaran di bidang lalu lintas.
Pihaknya bersinergi dengan kepolisian untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di jalan.
"Banyak faktor mulai ketersediaan sarpras, hitungannya jumlah peningkatan kendarana di Semarang. Jadi, semua berjalan beriringan.
Kepadatan lalu lintas semakin tinggi, tugas kami semakin meningkat. Maka, kami maksimalkan ATCS," jelasnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penumpang-turun-dari-armada-feeder-trans-semarang.jpg)