Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus: Selamat Jalan, Sir Azra

INDONESIA, dan khususnya kalangan pers, tengah berkabung. Cendekiawan Islam yang juga Ketua Dewan Pers periode 2022-2025, Prof Dr Azyumardi Azra, meni

Penulis: achiar m permana | Editor: m nur huda
tribunjateng/cetak/grafis bram
ACHIAR M PERMANA wartawan Tribun Jateng 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Achiar M Permana

TRIBUNJATENG.COM - INDONESIA, dan khususnya kalangan pers, tengah berkabung. Cendekiawan Islam yang juga Ketua Dewan Pers periode 2022-2025, Prof Dr Azyumardi Azra, meninggal dunia.

Prof Azra meninggal dunia di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, Minggu (18/9/2022) pukul 12.30 waktu setempat. Sebelumnya, cendekiawan kelahiran Padang Pariaman, 4 Maret 1955, itu dirawat intensif di RS tersebut karena serangan jantung. Sedianya, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah itu berada di Malaysia untuk menjadi narasumber dalam Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam di Selangor.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, jenazah Azyumardi akan dimakamkan di Blok Z Nomor 426 TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (20/9/2022) pagi ini. Sebelum dimakamkan, jenazah Azyumardi Azra akan disemayamkan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta.

Prof Azra dikenal sebagai ahli sejarah dan sosial Islam. Salah satu warisannya yang paling menonjol, semasa menjadi rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, dia melakukan terobosan besar terhadap institusi pendidikan tersebut. Pada Mei 2002, IAIN tersebut berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

Kepakaran dan kontribusi Prof Azyumardi Azra telah melintas benua. Memberikan sumbangan pemikiran pada terciptanya perdamaian dunia. Dia juga mendapatkan gelar kehormatan dari Kaisar Jepang dengan sebutan The Order of The Rising Sun: Gold and Silver Star.

Pada 2010 dia memperoleh gelar kehormatan Commander of The Order of British Empire (CBE), dari Kerajaan Inggris dan menjadi 'Sir' pertama dari Indonesia. CBE pada umumnya diberikan untuk pekerjaan luar biasa di bidang masing-masing individu. Pemegang gelar berhak menempatkan huruf CBE di belakang nama mereka, seperti Sir Azyumardi Azra CBE.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyebut, Prof Azra merupakan cendekiawan muslim dan intelektual bangsa yang maqamnya sudah begawan atau ar-rasih fil ilmi. Menurutnya, pemikiran Azyumardi sangat jernih dan komprehensif, terlebih mengenai ilmu keislaman yang terkoneksi dengan berbagai aspek kehidupan.

“Beliau ke negeri jiran (Malaysia—Red) dalam perjalanan berbagi ilmu sehingga terkategori sahid di jalan Allah," tulis Haedar Nashir, dalam unggahan Instagram prbadinya, @haedarnashirofficial, Minggu (18/9/2022).

Bagi kalangan Islam tradisional, kontribusi Prof Azra sangat besar. Disertasi Prof Azra tentang jaringan ulama Timur Tengah dan Nusantara pada Abad Ke-17 dan Ke-18 merupakan salah satu rujukan penting bagi wacana Islam Nusantara.

“Perhatian dan kepedulian almarhum terhadap dunia Islam yang maju dan berperadaban dirasakan semua kalangan, termasuk NU,” kata Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.

Dalam banyak kesempatan, kata Gus Yahya, Prof Azra mengatakan bahwa NU dan Muhammadiyah merupakan pilar keislaman yang menopang kehidupan bersama dalam satu bangsa. “Islam ala NU dan Muhammadiyah mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan semangat cinta Tanah Air. Modalnya jelas: Islam tawasut, moderat, rahmatan lil alamin, dan berkeadilan ada dalam Pancasila,” kata Gus Yahya, menirukan Prof Azra.

Sugeng kondur, Prof Azra. Selamat jalan, Sir... (*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved