Berita Kriminal

Jadi Buronan Polisi Sejak 2019, Pelaku Kejahatan di Palembang Menyerah dengan Rasa Kangen Anak Istri

Setelah jadi buronan polisi sejak tahun 2019, seorang pelaku kejahatan di Palembang akhirnya menyerah dengan rasa kangen dengan anak Istri. 

Editor: rival al manaf
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Adi Saputra (42) buronan kasus penyiraman air keras di Palembang yang buron sejak tahun 2019 silam ditangkap polisi. Tersangka dihadirkan saat rilis kasus yang dipimpin Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol Fadilah Ermi, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Setelah jadi buronan polisi sejak tahun 2019, seorang pelaku kejahatan di Palembang akhirnya menyerah dengan rasa kangen dengan anak Istri

Dia adalah Adi Saputra (42) buronan kasus penyiraman air keras di Palembang yang kini berhasil ditangkap polisi.

Ia ditangkap saat pulang ke Palembang karena kangen anak istri.

Baca juga: Kejengkelan Suami Lihat Istri Keseringan Main HP Dilampiaskan dengan Membakarnya Hidup-hidup

Baca juga: Daftar 15 Tim Lolos Piala Asia U20, ASEAN Cuma 2, Ini Calon Lawan Timnas Indonesia

Baca juga: Suami Videokan Istri yang Sedang Selingkuh dengan Oknum Polisi Brigadir OC di Kamar Kos

Sebelumnya, buronan kasus penyiraman air keras ini nekat menyiram air keras yang mengenai wajah dan badan Robby Firdaus (38) warga Jalan Taqwa Mata Merah Kecamatan Kalidoni Palembang.

Akibatnya korban mengalami kebutaan permanen di mata sebelah kiri.

"Saya kesal dia (korban) melempar rombongan kami pakai batu," ujar tersangka saat dihadirkan dalam rilis tersangka di Polsek Ilir Timur (IT) II Palembang, Senin (19/9/2022).

Peristiwa itu bermula ketika tersangka bersama rekan-rekannya sedang tampil membawakan rebana hadroh dalam sebuah acara yang digelar di Jalan Dr M Isa Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Sabtu (28/9/2019) silam.

Namun entah apa penyebabnya, di tengah permainan musik berlangsung tiba-tiba korban melemparkan batu ke arah tersangka dan rekan-rekannya.

Batu itu bahkan juga mengenai salah seorang rekan tersangka hingga membuatnya emosi tak karuan.

Tersangka lalu pulang ke rumahnya yang memang berada tak jauh dari lokasi kejadian, kemudian mengambil air keras yang selanjutnya dia siramkan ke tubuh korban.

"Saya memang simpan air keras di rumah. Biasanya saya pakai buat bersihkan barang-barang berkarat atau yang lain," ungkapnya.

Setelah aksi itu, tersangka melarikan diri ke Jakarta untuk menghindari kejaran petugas sebab tahu korban dan keluarganya membuat laporan polisi.

Selama berada di pelarian, tersangka bekerja serabutan yang terkadang jadi buruh bangunan.

Hingga akhirnya di tahun 2022 ini tersangka memutuskan untuk pulang sebab tidak sanggup lagi menahan rindu pada istri dan lima anaknya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved