Berita Karanganyar

Kejaksaan Panggil 2 Tersangka Kasus Korupsi BUMDes Berjo, Kades Tak Hadir Alasan Sakit

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar memanggil dua tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan BUMDes Berjo, Selasa (20/9/2022).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Tubagus Gilang Hidayatullah. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar memanggil dua tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan BUMDes Berjo, Selasa (20/9/2022).

Dua tersangka kasus dugaan korupsi tersebut berinisial S selaku kades aktif dan berinisial EK selaku mantan Dirut BUMDes tahun 2020. Akan tetapi dari kedua tersangka tersebut hanya EK yang memenuhi panggilan dari Kejari Karanganyar.

"Kita panggil dua tersangka, berinisial S dan EK. Tapi S tidak dapat datang karena sakit," kata Kasi Pidsus Kejari Karanganyar, Tubagus Gilang Hidayatullah kepada Tribunjateng.com Selasa sekira pukul 10.00.

Pihak Kejari Karanganyar akan kembali memanggil S untuk diperiksa pada Selasa pekan depan. Lanjutnya, materi pemeriksaan terhadap EK kali ini terkait pengelolaan BUMDes.

Dia menuturkan, EK datang ke Kejari Karanganyar didampingi Pengacara, Ari Santoso. Kedua tersangka sebelumnya belum menunjuk pengacara sehingga pihak Kejari memfasilitasi untuk penunjukan pengacara.

"Apabila syarat objektif dan subyektif sudah terpenuhi, bisa dilakukan penahanan hari ini (terhadap EK). Dengan catatan kondisinya sehat," ucapnya.

Gilang menjelaskan, EK sempat manggir sebanyak 3 kali saat tahap pemeriksaan awal sebagai saksi. EK tidak dapat hadir saat pemeriksaan awal sebelum ditetapkan sebagai tersangka karena sedang bekerja di Jakarta.

"Ini pemeriksaan pertama terhadap EK setelah ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, EK dan S ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Karanganyar pada Kamis (15/9/2022). Keduanya dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Setelah dilakukan audit, kerugiaan negara yang ditimbulkan akibat tindakan tersebut sebesar Rp 1,16 miliar. Kerugian negara tersebut hasil mark-up pengembangan kawasan wisata Telaga Madirda berupa pembangunan kolam renang, lahan parkir, wahana flying fox dan lain-lain. Serta kepentingan pribadi dari yang bersangkutan. (Ais)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved