Berita Semarang

Keluh Murah PKL Wotgandul Semarang: Dagangan Makin Sepi, Gas Melon Harganya Malah Ikut Naik

Murah (70), satu di antara PKL di Kota Semarang ini berkata semakin sulit mendapat keuntungan dalam kondisi lapaknya yang sedang sepi ini.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagian besar pedagang kaki lima (PKL) di Kota Semarang mengeluhkan kenaikan harga gas melon (LPG 3 Kg) yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Murah (70), satu di antara PKL di Kota Semarang itu berkata semakin sulit mendapat keuntungan dalam kondisi lapaknya yang sedang sepi ini.

"Jualan sepi, ditambah harga gas Elpiji 3 Kg naik."

"Saya memperbaiki gerobak sampai tidak bisa, tidak ada uang," keluh Murah di lapaknya Jalan Wotgandul Semarang itu kepada Tribunjateng.com, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: PAD Wisata Kabupaten Semarang Capai 69 Persen Dari Target

Baca juga: Hendi Ungkap Semarang Tak Bisa Hanya Bergantung Pada APBD

Murah lebih lanjut mengatakan, lapaknya mendapatkan jatah satu hari satu tabung dari pedagang ecer.

Menurutnya, sebelumnya dia beli LPG 3 Kg seharga Rp 18.000 per tabung.

Namun beberapa hari terakhir, harganya menjadi Rp 20.000 per tabung.

Menurut Murah, meski hanya Rp 2.000, kenaikan ini memberikan pengaruh bagi penjualannya.

Terlebih tidak hanya gas Elpiji 3 Kg yang harganya naik, tetapi juga beberapa bahan lain seperti beras dan cabai.

"Harga gas naik, beras naik jadi Rp 11 ribu per kilogram, cabai juga naik."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved