Berita Semarang

Luncurkan Repositori Wanantara, Balai Litbang Agama Semarang Ingin Perkuat Moderasi Bergama

Balai Litbang Agama Semarang meluncutkan Repositori Wanantara atau warisan naskah nusantara, di Indoluxe Hotel, Yogyakarta

Editor: muslimah
Balai Litbang Agama Semarang
Balai Litbang Agama Semarang meluncutkan Repositori Wanantara atau warisan naskah nusantara, di Indoluxe Hotel, Yogyakarta, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Litbang Agama Semarang meluncutkan Repositori Wanantara atau warisan naskah nusantara, di Indoluxe Hotel, Yogyakarta, Senin (19/9/2022).

Peluncuran ini merupakan upaya melestarikan warisan naskah nusantara. 

Lebih dari 100 peserta baik dari Kementerian Agama RI, Balai Diklat Keagamaan, hingga mahasiswa menghadiri peluncuran ini. 

Lauching Repositori Wanantara ditandai dengan pemencetan tombol virtual yang dilakukan oleh Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) RI Nizar Ali, didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI My Esti Wijayanti, Sekretaris Badan Litbang Kemenag RI Muharram Marzuki, Kapus LKKMO Arskal Salim, serta Kepala Balai Litbang Agama Semarang Anshori. 

Kepala Balai Litbang Agma Semarang Anshori menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan berlandaskan sejumlah aturan undang – undang yang berisi tentang perpustakaan, cagar budaya, dan sistem nasional. 

Repositosi bertumpu pada hasil penelitian dengan melewati rangkaian proses inventarisasi, digitalisasi, kalatogisasi dan kemudian diunggah di website. 

Tim peneliti sudah mulai mengembangkan repositori sejak tahun 2019. Naskah perdana yang diunggah yaitu naskah Jawa Timur meliputi Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. 

“Meskipun seluruh peneliti kini beralih ke BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), program repositori online tetap berjalan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya," kata Anshori, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/9/2022). 

Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Keagamaan Kemenag RI, Muharram Marzuki berharap, para peneliti BRIN bisa meneruskan apa yang telah dilakukan peneliti di Kementerian Agama. 

Menurutnya, hal yang penting dari kegiatan ini bisa mengambil manfaat naskah karya ulama yang telah diinventarisasi, substansi dari naskah yang bisa disosialisasikan kepada masyarakat. 

Anggota Komisi VIII DPR RI, My Esti Wijayanti menegaskan, ada tahapan penting ketika bicara moderasi beragama yakni repositori naskah karya ulama. 

Ini menjadi satu titik yang bisa digunakan untuk memperkuat materi dalam moderasi beragama. Sehingga, tidak sekedar diinventarisir, tetapi muatan yang ada dalam naskah lampau menjadi materi dalam modul Moderasi beragama. 

"Kita berharap dengan manuskrip nusantara yang sudah dimiliki ketika di BRIN akan dipertimbangkan. Kementerian Agama memberikan catatan bahwa muatan yang penting yang ada dalam manuskrip bisa diteliti dan ditindaklanjuti oleh BRIN," ujarnya. 

Setelah acara launching repositori Wanantara, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional bertema Penguatan Moderasi Beragama melalui Manuskrip Nusantara. Seminar nasional ini dihadiri Sekretris Jenderal Kementerian Agama RI Nizar Ali sebagai keynote speaker. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved