Berita Regional

Misteri Hilangnya Mahasiswa di Petilasan Brawijaya Mojokerto Tak Terungkap, Pencarian Dihentikan

Misteri hilangnya mahasiswa bernama Raffi Dimas Baddar (20) di Bukit Krapyak Desa Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto belum terungkap.

Editor: rival al manaf
mohammad romadoni/surya.co.id
Tim Sar Gabungan Basarnas saat melakukan pencarian korban pendaki hilang di kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

TRIBUNJATENG.COM, MOJOKERTO - Misteri hilangnya mahasiswa bernama Raffi Dimas Baddar (20) di Bukit Krapyak Desa Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto belum terungkap.

Pencarian yang dilakukan selama sembilan hari resmi dihentikan pada Senin (19/9/2022).

Mahasiswa asal Pasuruan masih dinyatakan hilang.

Tim SAR gabungan Basarnas yang terbagi menjadi tiga Sru (Search and Rescue Unit) selama sembilan hari melakukan pencarian gagal menemukan korban.

Baca juga: Gempa M 7,6 Guncang Meksiko saat Peringatan 2 Gempa Besar, Warga Berhamburan: Rasanya Mengerikan

Baca juga: Kucing-kucingan Petugas Dengan Pembakar Lahan di Samping Jalan Tol yang Sebabkan Kecelakaan Beruntun

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Purbalingga Hari Ini, Selasa 20 September 2022

Komandan Tim Basarnas Surabaya, Octavino mengatakan korban dinyatakan hilang di Bukit Krapyak dan keberadaannya tidak ditemukan.

"Pencarian orang hilang di Bukit Krapyak dihentikan oleh Basarnas," ujarnya saat dikonfirmasi Surya.co.id, Senin (19/9/2022).

Ia menjelaskan tidak menutup kemungkinan pencarian akan kembali dilanjutkan jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Sudah resmi dihentikan tapi jika nanti ada tanda-tanda misalnya ada temuan barang yang mengarah ke lokasi keberadaan korban maka akan kami buka (Pencarian, Red) kembali atau saat evakuasi," ucap Vino.

Menurut dia, meski pencarian dihentikan oleh Tim Sar gabungan Basarnas namun akan dilanjutkan dengan pencarian mandiri.

"Pencarian mandiri misalnya ada warga yang mencari makanan ternak di kawasan Bukit Krapyak jika ada penemuan (Korban, Red) akan memberikan informasi ke Perhutani," jelasnya.

Sesuai SOP pencarian korban hilang di Bukit Krapyak maksimal dilakukan selama tujuh hari.

Pencarian resmi oleh Basarnas dihitung saat tiba di lokasi Posko Grenjengan pada, Selasa (13/9/2022) sekitar pukul 13.56 WIB.

Pada dua hari sebelumnya Tim Sar gabungan Perhutani bersama potensi relawan dan warga telah melakukan pencarian korban yang dinyatakan hilang, pada Minggu (11/9/2022) pukul 10.30 WIB.

Berakhirnya pencarian orang hilang di Bukit Krapyak ini menandakan Posko Grenjengan juga ditutup.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved