Berita Banyumas
Implementasi Pelajar Pancasila, SD QITA Purwokerto Gelar Permainan Dolanan Tradisional
SD Qaryah Thayyibah Purwokerto (SD QITA) menggelar kegiatan relaksasi pembelajaran.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Setelah melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Asesmen Sumatif Bersama (ASB), SD Qaryah Thayyibah Purwokerto (SD QITA) menggelar kegiatan relaksasi pembelajaran.
Kali ini, SD QITA menggelar kegiatan bertema Dolanan Tradisional, selama 3 hari mulai dari Senin lalu hingga hari ini, Rabu (21/9/2022) di halaman sekolah.
Dengan sengaja, permainan yang diusung dalam kegiatan ini berasal dari lokal Banyumas dan Nusantara.
Ada sebanyak 8 permainan yang diangkat seperti congklak, egrang, bakiak, benthik, jengkolan, gobak sodor, lompat tali, dan bentengan.
Peserta merupakan kelas 1 hingga kelas 6 yang dibagi menjadi 8 kelompok besar dengan nama kelompok menggunakan nama makanan tradisional Banyumas.
Nama makanan khas Banyumas seperti mendoan, gethuk goreng, combro, awug-awug, golang-galing, klanting, klepon, dan soto sokaraja menambah kemeriahan.
Cecep Supriatno, Kepala SD QITA, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan-permainan tradisional yang dulu sering dimainkan oleh anak-anak.
Sudah menjadi hal umum anak-anak sekarang sangat jarang terlihat memainkan permainan ini karena tergeser dengan permainan daring.
"Selain itu, kegiatan dolanan tradisional ini juga merupakan bentuk proyek bersama penguatan profil pelajar pancasila sebagai implementasi kurikulum merdeka, terutama di aspek kearifan lokal, berkebhinnekaan global dan bergotong royong," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa konsep yang digunakan dalam kegiatan ini adalah format kompetisi antar kelompok.
Harapannya akan terjalin kerjasama antar siswa di masing-masing kelompok yang anggotanya bercampur dari kelas 1 sampai Kelas 6.
Selain itu, masing-masing kelompok akan termotivasi untuk bisa menyelesaikan permainan dengan baik.
"Aturannya juga tidak kaku, fleksibel sesuai kemampuan anak. Bahkan, dalam permainan egrang, beberapa anak juga bambunya dipegang temannya saat berjalan.
Intinya, semua ceria bahagia dan semangat belajar kembali di termin kedua," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/relaksasi-pembelajaran-siswa1.jpg)